Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSIAP mendengarkan hal yang berbeda. Random dan Syanai baru saja mengeluarkan kolaborasi terbaru mereka, sebuah lagu liquid drum and bass yang keren banget, hasil remake dari single city pop Syanai sebelumnya, If We're Really Friends.
Versi baru yang seru ini bakal bisa kamu dengerin di semua platform streaming dan toko digital mulai 1 Agustus 2025.
Awalnya, If We're Really Friends itu cerita soal pertemanan yang keliatannya baik tapi ternyata palsu, dibalut musik city pop yang ceria.
Random, yang memang jago urusan liquid drum and bass, berhasil banget mengubah lagu ini. Dengan beat yang khas dan melodi yang mengalir, dia bikin lagu ini punya nuansa emosional yang baru dan bikin nagih.
Ini sudah jadi kolaborasi ketiga antara Random dan Syanai, menunjukkan kalau mereka memang punya chemistry yang kuat.
Uniknya, kolaborasi mereka ini berawal waktu Syanai masih jadi murid di kelas produksi musik yang diajarin sama Random.
Dari situ, mereka nemuin kecocokan yang bikin karya-karya mereka selalu inovatif dan menarik. Syanai sendiri juga udah nggak asing sama genre drum and bass, jadi dia bisa banget menyatukan visi artistiknya dengan gaya Random.
Lagu ini dirilis lewat Javabass Recordings, label drum and bass nomor satu di Indonesia.
If We're Really Friends juga udah dapet dukungan dari DJ-DJ top kayak Muztang, OSGD, dan Jerome. (Z-1)
Menggabungkan sentuhan Drum n Bass yang enerjik dengan vokal yang laidback dan menenangkan, When You're With Me menawarkan kontras rasa yang terasa segar dan tidak biasa.
Ada lima lagu di album ini. Termasuk lagu Jejak Perang yang Terlupakan, yang mengangkat kisah perjuangan rakyat Palestina yang saat ini sedang dijajah Israel.
"Karya ini tercipta setelah Random kembali lagi dengan personel lengkap pada 2023 ini dan memutuskan untuk mulai berkarya lagi," kata Arez.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved