Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BRAND apparel merchandise berbasis di Jakarta, SDY, menggandeng band rock Bandung The Sigit dalam sebuah koleksi merchandise kolaboratif.
Terinspirasi dari kepribadian para personel The Sigit yang unik, koleksi ini meleburkan sisi kebebasan dengan estetika retro-modern yang mampu menunjukkan energi artistik liar band ini dalam bentuk visual.
Unit musik beraliran rock yang telah berkiprah di industri musik tanah air sejak awal 2000-an ini dikenal mampu memadukan elemen psychedelic dan garage-rock beroktan tinggi lewat musiknya.
Hal ini menginspirasi SDY untuk membuat 4 artikel pakaian yang memiliki desain berelemen Western, psikedelik, dan analog a la The Sigit.
“Kami memutuskan untuk berkolaborasi dengan The Sigit karena kami sangat tertarik dengan identitas musik mereka, juga dari style persona member nya yang sangat iconic, keunikan dan kekuatan dalam musik yang membuat kami ingin bekerja sama dengan mereka,” ungkap perwakilan SDY yang sebelumnya dikenal telah berkolaborasi dengan .Feast, Lomba Sihir, Hindia, hingga Mocca.
Artikel pertama adalah kemeja ringan dengan cetakan bergaya vintage dan detail bordir halus di bagian depan – sangat cocok untuk iklim tropis di Jakarta dan mengedepankan kenyamanan tanpa mengorbankan gaya.
Sedangkan artikel kedua merupakan kaos dengan desain sablon bernuansa grafik Western dengan tipografi “The Sigit” yang memberi kesan segar dari koleksi ini. Tidak ketinggalan sweater rajut melengkapi koleksi dengan desain yang minimalis dan modern. Work jacket yang menjadi artikel unggulan dari koleksi tersebut dilengkapi dengan bordiran yang membentuk tulisan The Sigit yang ornamental, sehingga menjadikan jaket ini sebagai pusat perhatian.
Melalui beberapa kali pertemuan virtual, pihak SDY dan The Sigit saling bertukar ide dan inspirasi sehingga tercipta kolaborasi ini.
“Kami membahas tema, konsep, dan elemen visual yang ingin kami tampilkan dalam desain merchandise. Moodboard digunakan sebagai acuan untuk menciptakan desain yang konsisten dan sesuai dengan identitas kedua pihak,” ungkap SDY.
Selaras dengan pernyataan SDY, pihak The Sigit menganggap kolaborasi kali ini menjadi salah satu medium mengekspresikan diri namun dalam bentuk yang berbeda.
Dibanderol dengan harga dari kisaran Rp200.000 hingga Rp1.000.000 per piece, koleksi kali ini siap dilempar ke pasaran oleh SDY di situs resmi mereka serta berbagai loka pasar digital resmi dari brand tersebut.
SDY mengharapkan kolaborasi dengan band beranggotakan Rektivianto "Rekti" Yoewono (vocals, guitar), Farri Icksan Wibisana (guitar), Aghan Sudrajat (bass), and Absar Lebeh (guitar) tersebut bisa diterima para fans dan pendengar The SIGIT ataupun mereka yang belum familiar dengan pelantun lagu All The Time tersebut. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
pop-up store Rosie kini hadir di Jakarta. toko itu yang menjual berbagai pernak-pernik (merchandise) resmi dari ikon K-Pop, Rose, yang juga anggota dari grup idola Blackpink.
Pelajari pengertian merchandise, fungsi, jenis, dan contohnya. Temukan ide merchandise untuk promosi bisnis Anda!
Destinasi belanja ikonik Disney Parks, World of Disney, akan hadir untuk pertama kalinya di Disney Cruise Line di Disney Adventure.
Merchandise eksklusif Tim Indonesia x Mills ini mengusung kombinasi warna penuh makna yang mencerminkan semangat juang dan identitas nasional.
Dirilis pertama delapan tahun lalu, kaus merchandise kolaborasi band Seringai dan Raisa masih diproduksi sampai kini dan telah mencapai sekitar 16 ribu potong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved