Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSONA internet yang kini merambah seni peran, Maell Lee, mengungkapkan pengalaman emosional saat memerankan karakter
Ucok di film Anak Medan Cocok Ko Rasa.
Dia mengaku salah satu adegan pada film tersebut terasa sangat pribadi baginya, yaitu adegan minta izin kepada orangtua untuk merantau.
"Nah itu, itu pengalaman nyata aku. Karena memang aku dari Aceh, Medan, merantau ke Jakarta," kata Maell Lee, dikutip Rabu (23/4).
Dia mengaku adegan tersebut pernah dialaminya ketika dirinya harus meminta izin dan maaf kepada ibunya untuk merantau ke Jakarta. Dialog dalam film tersebut mirip dengan yang dia lakukan kepada orangtuanya.
"Aku minta maaf ke mamaku, minta izin, aku todong di depan mamaku. Jadi, memang, ya, di sini, tuh, aku ngerasain kali aku mau meninggalkan orangtuaku dan aku sangat sedih," ucap dia.
Film garapan produser Agustinus Sitorus dan sutradara Ivan Bandhito itu menyajikan drama komedi, mengisahkan persahabatan empat anak Medan, Sumatra Utara, bernama Ucok (Maell Lee), Joko (Ady Sky), Rafly (Ajil Dito) dan Chisa (Mario Maulana Hazar) yang bersahabat sejak SMA.
Saat perayaan kelulusan, ada insiden membuat mereka terpaksa terpisah. Mereka pun melanjutkan hidupnya masing-masing.
Waktu berselang, mereka kembali bertemu di Medan, reuni itu pun lantas diwarnai dengan konflik hingga perjuangan keempatnya dalam merealisasikan mimpi.
Diproduksi oleh PIM Pictures, film Anak Medan Cocok Ko Rasa dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 April
2025. (Ant/Z-1)
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Selain regulasi, PARFI’56 juga menyoroti ketimpangan sebaran layar bioskop yang masih terpusat di Pulau Jawa.
Selain duet komedian Oki Rengga dan Lolox yang memberikan penyegaran lewat sisi humor, film Tiba-Tiba Setan turut diperkuat oleh deretan aktor dan aktris ternama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved