Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Harrison Ford menyadari peran karakternya di serial Shrinking, Dr Paul Rhodes, yang didiagnosis menderita Parkinson, bukanlah bahan candaan.
Saat ditanya seberapa serius ia memerankan perjalanan Paul menghadapi penyakit ini dalam acara PaleyLive’s An Evening with Shrinking pada 12 Desember, aktor berusia 82 tahun itu berkata kepada PEOPLE, “Boleh saya katakan, sangat serius?”
Ford merasa tanggung jawab besar menggambarkan perjalanan karakter Paul, yang diagnosisnya pertama kali terungkap di akhir musim pertama serial Apple TV+ tersebut.
“Tidak ada niatan menjadikannya lelucon,” jelas Ford. “Tapi ada orang-orang yang menghadapi pengalaman ini dengan keberanian, keteguhan, dan sedikit kebijaksanaan. Dan itu bukan berarti bahwa yang lain tidak melakukannya.”
“Ini hanya menunjukkan karakter ini sangat cocok untuk menyampaikan bagaimana rasanya mengalami hal tersebut, dan menurut saya itu adalah sesuatu yang layak dibagikan kepada penonton,” tambahnya.
Salah satu pencipta dan penulis acara, Brett Goldstein, juga berbagi inspirasi di balik karakter tersebut saat tampil di Late Night with Seth Meyers bulan lalu. Ia mengaku bahwa awalnya tidak berencana mengungkap bahwa karakter Ford terinspirasi dari ayahnya.
“Ayah saya memiliki Parkinson, dan itu bukan sesuatu yang kami rencanakan untuk dibicarakan secara publik saat membahas acara ini,” ungkapnya. “Namun kemudian [penulis] Bill Lawrence tidak sengaja membocorkannya, dan saya menelepon ayah saya dan berkata, ‘Ayah, Bill mengungkapkan tentang Parkinson yang Ayah alami. Saya harap itu bukan masalah.’”
Goldstein melanjutkan, “Lalu Ayah saya berkata, ‘Apa kamu bilang ke semua orang bahwa aku adalah Harrison Ford?’ Dan saya menjawab, ‘Iya,’ dan dia berkata, ‘Keren. Lanjutkan saja.’”
Pada bulan Oktober, Ford berbicara dengan Vanity Fair tentang pekerjaannya di serial komedi ini dan alasannya terus berakting di usia 82 tahun.
“Oh, saya mendapat kontak manusia yang esensial dari sini,” kata Ford saat ditanya apa yang ia dapatkan dari dunia akting. “Saya bisa berimajinasi bersama orang-orang yang berbakat dan berpengalaman... Ini sangat menyenangkan bekerja dengan mereka.”
“Saya selalu menyukai humor. Saya suka lelucon. Saya menyukai konstruksi dari lelucon,” tambahnya. “Ayah saya adalah seorang pencerita lelucon. Kata-kata dan ide di balik sebuah lelucon selalu menarik bagi saya. Ketika saya berpikir untuk menjadi aktor, saya memiliki ambisi untuk bekerja di kedua sisi — drama serius dan komedi. Saya menemukan diri saya melakukan keduanya tanpa banyak membedakannya.”
“Saya pikir saya memandang lelucon dengan cara yang sama seperti adegan serius atau emosional,” pungkasnya. (People/Z-3)
Studi UCLA Health mengungkap paparan pestisida seperti paraquat dan rotenone dapat merusak saraf otak dan meningkatkan risiko Parkinson, terutama bagi warga di sekitar area pertanian.
Penderita Restless Legs Syndrome (RLS) memiliki risiko lebih tinggi terkena Parkinson dibandingkan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut.
Studi terbaru mengungkap bagaimana kerusakan mitokondria memicu stres oksidatif dan penumpukan alpha-synuclein, membuka peluang arah terapi baru untuk penyakit Parkinson.
Ilmuwan Duke-NUS menciptakan BrainSTEM, peta sel tunggal paling lengkap dari otak manusia yang membantu memahami neuron dopamin.
Gejala awal Parkinson sering terlihat sepele. Kenali 10 tanda awal Parkinson agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kualitas hidup tetap terjaga.
Sharon Osbourne dan anak-anak mengenang Ozzy Osbourne dengan cinta dan duka mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved