Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS novel Dewi Lestari atau yang akrab disapa Dee mengatakan imajinasi merupakan modal besar bagi para kreator untuk terus membuat karya yang beraneka ragam.
"Imajinasi itu modal dan kunci (untuk menulis), walaupun tentu di luar itu, ada disiplin. Kalau hanya mengkhayal saja dan tidak punya disiplin, tidak akan jadi apa-apa juga. Itu salah satu kunci besar untuk setiap kreator," kata Dee, dikutip Minggu (1/12)
Dee mengatakan imajinasi sangat berguna bagi para konten kreator, khususnya dalam hal menulis fiksi. Daya berimajinasi dapat diasah dengan memperbanyak membaca buku.
Pelantun lagu Malaikat Juga Tahu itu menyebut membaca buku dapat membantu seseorang membangun alam imajinasi di benak seseorang.
"Ini berbeda dengan menonton film. Kalau nonton film, kita sudah dikasih ada audio ada visual. Sedangkan kalau dari buku, kita cuma dapat
teks lalu kita harus generate atau menciptakan alam di benak kita, jadi ada upaya yang aktif," kata perempuan yang kerap disapa Ibu Suri itu.
Upaya lain yang dapat dilakukan yakni memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk melamun. Dari pengalamannya, Dee mengatakan melamun akan membantu banyak ide datang dengan sendirinya.
Kemudian, usahakan agar tidak terdistraksi oleh media sosial dan coba untuk berdamai dengan rasa bosan.
"Mari dealing dengan kebosanan dan diri kita sendiri," ucapnya.
Selain itu, ia menilai berimajinasi berbeda dengan berkhayal. Berimajinasi merupakan sebuah mekanisme survival ketika seseorang
membayangkan skenario agar hidupnya menjadi lebih lancar dan lebih baik.
Berimajinasi juga dinilai sebagai bagian dari keseharian sebagai manusia untuk menavigasi hidup seseorang.
"Sebenarnya, berimajinasi itu adalah berkah evolusi untuk manusia, karena saya rasa, spesies yang berkhayal itu hanya manusia ya," ucap dia.
Meski demikian, Dee mengatakan apabila imajinasi tersebut sudah mengacu pada indikasi klinis, ia menyarankan kreator untuk segera pergi menemui para ahli guna mencegah timbulnya perilaku buruk yang tidak diinginkan.
"Kalau sudah ada indikasi klinis itu tentu hanya ahli yang menentukan, kapan khayalan seseorang sudah sampai taraf 'patologis' atau sudah membahayakan," kata Dee.
Dee, saat ini, telah menerbitkan buku karyanya yang ke-18 dengan judul Tanpa Rencana. Buku tersebut berisikan cerita pendek, puisi, dan prosa yang bersifat personal.
Buku lain yang telah ia tulis sebelumnya, Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (2001), Perahu Kertas (2003), Filosofi Kopi (2006),
Di Balik Tirai Aroma Karsa (2019), hingga Rapijali (2021). (Ant/Z-1)
SENI memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi motorik maupun kognitif. Aktivitas seperti menggambar atau mewarnai bisa melatih motorik halus.
OTAK anak memiliki tempat khusus untuk berimajinasi. Imajinasi merupakan salah satu aspek penting dalam masa tumbuh kembang anak.
IMAJINASI merupakan cermin pikiran anak-anak yang muncul secara spontan dan penuh rasa ingin tahu.
MENTERI HAM Natalius Pigai menilai kekhawatiran publik akan kembalinya sistem dwi fungsi ABRI dan otoritarianisme dalam pemerintahan Prabowo Subianto, hanyalah imajinasi belaka.
Ilustrasi dalam dongeng memainkan peran penting dalam membantu anak memahami cerita dan pesan moral, terutama bagi anak di bawah usia 11 tahun.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved