Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMSARA, film bisu terbaru garapan sutradara legendaris Garin Nugroho, berhasil mencuri perhatian dengan memenangkan empat penghargaan dalam Festival Film Indonesia.
Film ini dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori Sutradara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Busana Terbaik.
Tidak heran, antusiasme media dan penggemar begitu besar terhadap karya yang menggabungkan tradisi dan inovasi ini.
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Media Indonesia, pada Kamis (21/11), produser Samsara, Gita Fara, membagikan cerita menarik tentang awal mula proyek ini.
“Tahun lalu Mas Garin mengajak saya mulai diskusi soal Samsara. Ini sebenarnya bukan proyek pertama Mas Garin yang mengusung konsep film bisu. Sebelumnya ada Setan Jawa, yang menggabungkan gamelan Jawa dan orkestra Barat. Untuk Samrasa, kami membawa eksplorasi ke Bali dan menggali budaya lokal sebagai bahan utama cerita,” ujar Gita.
Film Samsara mengangkat tema pesugihan, namun kali ini menghadirkan sentuhan unik dengan menggandeng dua komposer andal, Bli I Wayan Sudirana dan Mas Kasyim.
“Awalnya kami masih mencari siapa yang cocok untuk jadi penata musik dan musisi kolaborator. Mas Garin ingin menciptakan sesuatu yang baru, menggabungkan gamelan Bali dengan musik elektro atau EDM. Harapannya, ini jadi gebrakan baru untuk film bisu,” tambah Gita.
Tak hanya dari sisi musik, Samsara juga memukau lewat sinematografi yang memanjakan mata. Pengambilan gambar dilakukan di Bali, memanfaatkan lanskap alam dan kearifan lokal yang kental.
Pendekatan artistik yang berani ini semakin memperkuat posisi Garin Nugroho sebagai salah satu maestro film Indonesia.
Keberhasilan Samsara di FFI menjadi bukti bahwa tradisi bisa tetap relevan dan segar jika dikemas dengan inovasi. Kolaborasi lintas generasi dan genre musik dalam film ini pun diharapkan mampu memperkenalkan budaya Indonesia ke panggung global.
“Samsara itu bukti bahwa kita bisa merayakan budaya lokal dengan pendekatan modern tanpa kehilangan esensinya,” pungkas Gita. (Z-10)
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
FESTIVAL Film Horor (FFH) 2025 resmi digelar sebagai festival film horor pertama di Indonesia,
Garin Nugroho menegaskan bahwa keberadaan film horor menjadi pendukung terbesar dari industri perfilman Indonesia, dengan 70% film-film Indonesia adalah film horor.
Perjalanan dua dekade Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) terangkum dalam acara peluncuran buku “Lintasan Cahaya Asia: 20 Tahun JAFF” dan “Garin: Made in Indonesia”.
FESTIVAL film internasional tahunan JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival) tahun ini memasuki edisi ke-20 tahun. JAFF 2025 akan berlangsung pada 29 November–6 Desember di Yogyakarta.
FILM Samsara karya sutradara Garin Nugroho, mendapat tiga nominasi di Asia Pacific Screen Awards ke-18 yang akan digelar pada 27 November di Goaldcoast, Australia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved