Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
RONALD Dewa kembali hadir dengan gebrakan baru di kancah musik dangdut koplo. Kali ini, Ronald menggandeng Shinta Arsinta dalam single terbaru berjudul Kalah Saing. Lagu ini bukan sekadar tembang biasa, tetapi sebuah curahan hati yang mendalam tentang cinta yang tak direstui oleh orang tua.
Dalam Kalah Saing, Ronald Dewa dan Shinta Arsinta menyuarakan kegundahan hati mereka melalui lirik-lirik yang dalam dan menyentuh.
Lagu ini bercerita tentang kisah cinta yang harus kandas karena kehendak orangtua, dengan pilihan untuk berpisah menjadi jalan terbaik demi menghormati orangtua.
Pesan emosional ini menjadi semakin kuat dengan balutan alunan dangdut koplo yang asyik, membuat para pendengar tidak hanya larut dalam kesedihan, tetapi juga tetap bisa berdendang dan berjoget.
Kisah nyata yang melatarbelakangi lagu ini semakin mempertegas emosi yang disampaikan.
Dengan Kalah Saing, Ronald Dewa berhasil menciptakan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah hati, membangkitkan kenangan, dan meresapi makna mendalam di balik setiap bait liriknya.
Konsep video musik yang dihadirkan pun tidak kalah menarik, dengan pendekatan live music yang intim dan autentik, menambah kedalaman nuansa emosional lagu ini.
Ronald Dewa dan Shinta Arsinta benar-benar membawa dangdut koplo ke level yang berbeda, menggabungkan kesedihan dengan keseruan dalam harmoni yang sempurna.
Kalah Saing siap membawa suasana hati yang ambyar ke dalam playlist-mu. Dengan melodi yang asik dan lirik yang kuat, lagu ini akan menjadi anthem bagi mereka yang pernah merasakan pahitnya cinta yang tak direstui.
Jangan lewatkan untuk menyaksikan video musik Kalah Saing yang sudah dirilis bersamaan dengan singlenya pada 27 September 2024 di semua platform digital. (Z-1)
Proses penulisan lagu Newsflash dimulai sesaat setelah pertemuan emosional ketiga personel Casette Tape yang membahas potensi kepergian sang vokalis.
Lagu Tragis dari Bend of the Rivers menceritakan tentang patah hati seseorang yang ditinggal kekasihnya ketika sedang sayang-sayangnya.
Pada dasarnya, album Duara, In The Moment, bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Ikang Fawzi menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved