Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik Maliq & D’Essentials siap menggelar tur konser tunggal mereka untuk album terbaru, Can Machines Fall In Love? di enam kota. Tur akan berlangsung di lima kota Indonesia, dan satu di Malaysia. Tur dimulai di Makassar pada 18 Oktober, berlanjut ke Bali pada 20 Oktober, Surabaya 25 Oktober, Yogyakarta 29 Oktober, dan Bandung pada 1 Desember. Sementara di Kuala Lumpur, Malaysia, Maliq & D’Essentials menggelar konser pada 29 Desember.
Pemilihan kota-kota tersebut didasarkan pada metrik pendengar mereka di platform streaming serta demografi audiens di media sosial. Setelah kesuksesan konser tunggal di Jakarta pada tahun lalu, banyak permintaan yang bermunculan agar Maliq & D’Essentials juga menyambangi kota mereka, termasuk di luar Indonesia, yakni Kuala Lumpur.
Dalam tur tersebut, di tiap kotanya durasi konser akan berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan 25 daftar lagu yang akan dibawakan. Selain lagu-lagu dari album Can Machines Fall In Love?, mereka juga akan membawakan lagu-lagu dari hit album terdahulu serta lagu yang mungkin jarang dibawakan ketika manggung di festival musik.
Baca juga : Kesuksesan Konser Jakarta Bawa Maliq & D'Essentials Gelar Tur di 6 Kota
“Tentu mendekati waktu konser, semakin menegangkan. Sudah siap, cuma ke-BM-an yang meningkat. Karena yang jadi krusial adalah alur antara lagu, gimik, komunikasi, itu bagian paling sulit. Baru terasa ketika sudah dijembrengin 25 lagu,” kata drummer Maliq & D’essentials Widi Puradiredja saat konferensi pers di Little League, Rabu (9/10).
Promotor konser tunggal Can Machines Fall In Love? di enam kota, Jagjag Studio, menerangkan, yang ingin diterjemahkan ke dalam tur di setiap kota adalah rasa. Pengalaman menarik di setiap kota menjadi tantangan.
“Ketika tahun lalu sudah konser di Jakarta dengan konsep grande sekaligus merayakan ulang tahun ke-20 tahun Maliq & D’Essentials, tentu ketika dibawa ke kota-kota lain perlu dibedah keunikannya di setiap kota. Respons tersebut yang kami coba untuk menggerakkannya dari rasa. Misalnya ketika di Makassar, ya rasanya Makassar banget. Kami juga bekerja sama dengan event organizer lokal, ini yang akan menarik,” kata Co-Founder Jagjag Studio, Sarah Deshita.
Di Surabaya dan Bali, hanya akan tersedia satu kategori tiket yang akan menampung 5.000-7.000 penonton. Sementara itu, di sisa kota lainnya, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar terdapat dua kategori tiket, Begini (depan) dan Begitu (Belakang). Tiket dijual mulai dari harga Rp250 ribu.
Berbeda dengan kebiasaan penonton konser di Jakarta yang sudah memesan tiket jauh-jauh hari sebelum konser, penonton konser di beberapa kota di luar Jakarta memiliki kebiasaan untuk membeli tiket pada hari konser di tempat. Sehingga, Maliq pun akan menyediakan penjualan tiket pada hari berlangsungnya konser, selama kuota dari penjualan daring juga masih tersedia.(M-3)
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
Album kedelapan Rocket Rockers akan mencakup cover lagu dari musisi-musisi yang lain.
Tur ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan musikal Barasuara serta merayakan karya terbaru mereka kepada para penunggang badai (penggemar Barsuara) dan khalayak yang lebih luas.
Kepindahan tersebut berdasar masukan dari para pendengar Maliq & D’Essentials Surabaya.
Harga tiket tur musik Maliq & D'Essentials terbagi dua kategori yakni Rp450 ribu dan Rp250 ribu
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Konser ini bagian rangkaian Gems World Tour 2026 yang menyambangi 21 kota dunia sebelum ditutup di Amsterdam, Belanda.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
Jakarta Concert Orchestra (JCO) kembali membuktikan daya tarik musik anime di panggung orkestra melalui konser bertajuk an Anime Symphony: Re-Awakening.
Diboyong oleh Singapore Street Festival yang bekerja sama dengan 54 Entertainment, konser ini menawarkan cara baru menikmati petualangan pertama Harry Potter di layar lebar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved