Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
IKANG Fawzi merasa begitu terpukul dengan kematian mendadak sang istri, Marissa Haque pada Rabu, (2/10). Ikang, bersama kedua anaknya dan para kerabat turut memakamkan Marissa Haque di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Rabu Sore.
Di momen tersebut, Ikang pun tak kuasa menahan tangis dan tubuhnya yang lunglai. Namun, ia tetap berusaha untuk tegar dengan ikut menguburkan di liang lahat dan mengazani sang istri.
“Saya mau mengucapkan terima kasih ke teman-teman yang sudah hadir di sini memberikan doa dan semangat sampai dikebumikam istri saya tercinta ini, Marissa Grace Allen Haque,” kata Ikang Fawzi seusai menguburkan sang istri, sembari menahan tangisnya yang pecah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu, (2/10).
Baca juga : Marissa Haque Sempat Traktir dan Minta Doa ke Mahasiswanya sebelum Meninggal
“Saya beruntung ya Allah, bisa menjadi suamimu (Marissa). Saya beruntung. Dia wanita hebat yang kuat. Dia berusaha mendapatkan gelar profesor, sampai titik itulah yang saya bilang istri saya sangat berbeda,” kenang Ikang.
Ikang dan Marissa memiliki panggilan sayang my love. Meski tak percaya apa yang dihadapi, namun Ikang berusaha ikhlas.
“Tapi cinta kami untuk seusia ini, sudah cinta karena Allah. Semua cinta kami karena Allah. Jadi Allah kalau yang memanggil istriku ini, aku ikhlas. I love you, Love,” lanjut Ikang.
Baca juga : Jejak Marissa Haque di Industri Hiburan, Dari Penari Hingga Produser
“Kami bersama-sama itu yang saya bilang kami saling mencintai karena kami cinta sama Allah. Kalau hari ini dia dipanggil, Allah lebih mencintai dia.”
Ikang Fawzi pun meminta agar yang mengenal sang istri untuk turut mendoakan. Ia menilai, sang istri adalah sosok yang baik terhadap semua orang.
“Dia baik luar biasa, 38 tahun kami bersama-sama. Itu yang saya bilang kami saling mencintai karena kami cinta sama Allah. Saya sangat beruntung sekali, dia banyak bergaul sama orang dan memang pekerja keras.”
Ikang Fawzi dan Marissa Haque menikah pada 1986, seusai keduanya bermain di film sama, Biarkan Bulan Itu (1986). (M-4)
Ikang Fawzi bersama anaknya, Bella Fawzi, dan Soraya Haque melakukan ziarah ke makam istrinya, Marissa Haque di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan
Ikang Fawzi tampil di acara Lintas Melawai 2024 pada Jumat (11/10).
Shahnaz yang terpaut usia 10 tahun dari Marissa pun semakin sedih mengingat pada 15 Oktober mendatang, sang kakak mestinya berulang tahun ke-62.
ANAK dari pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Chiki Fawzi buka suara tentang meninggalnya sang ibunda pada Rabu, (2/10). Chiki bersama sang kakak, Bella Fawzi dan ayah mereka, Ikang Fawzi,
Marissa Haque meninggal dunia Rabu (2/10) dini hari.
“Kami ingin menghadirkan kisah yang membuat penonton teringat pada pelukan dan restu seorang Bunda, rumah pertama bagi setiap anak,”
Ikang Fawzi menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.
Ikang Fawzi bersama anaknya, Bella Fawzi, dan Soraya Haque melakukan ziarah ke makam istrinya, Marissa Haque di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan
Ikang Fawzi tampil di acara Lintas Melawai 2024 pada Jumat (11/10).
Shahnaz yang terpaut usia 10 tahun dari Marissa pun semakin sedih mengingat pada 15 Oktober mendatang, sang kakak mestinya berulang tahun ke-62.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved