Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM tanpa dialog Samsara garapan sutradara Garin Nugroho produksi Cineria Films telah melakukan penayangan perdana mereka pada awal Mei di Esplanade Singapura dengan konsep cine-concert. Konsep yang menghadirkan pertunjukan musik secara langsung sebagai live scoring filmnya.
Nantinya, film Samsara versi cine-concert juga dapat dinikmati di Indonesia pada tahun ini. Produser Samsara, Gita Fara mengatakan konsep tersebut akan dibawa dalam helatan Indonesia Bertutur (Intur) yang akan berlangsung pada Agustus di Bali. Cine-concert Samsara juga akan digelar pada akhir 2024 di Jakarta dan Yogyakarta. Nantinya, film juga akan hadir dalam format penayangan bioskop.
Sutradara Garin Nugroho menuturkan, Samsara merupakan penggabungan antara unsur wayang kulit dan film tanpa dialog (silent film). Di film ini, Garin juga menambahkan bumbu realisme magis yang berlatar Bali pada era 1920-an.
Baca juga : Penonton Puas dengan Komedi di Film Love You To Debt
“Samsara menggabungkan unsur film, teater atau panggung, dan seni tradisi yang hidup di masyarakat serta film tanpa dialog. Sehingga, para pemeran yang bergabung di film ini juga harus memiliki unsur-unsur tersebut,” kata Garin saat konferensi pers seusai pemutaran terbatas film Samsara untuk media di bioskop Flix Cinema, mal Ashta, Jakarta, (31/5/2024).
Film Samsara setidaknya melibatkan 50-an pemeran dan penari. Film turut dibintangi Ario Bayu, Juliet Widyasari Burnett, I Putu Bagus Bang Sada Graha Saputra, dan Aryani Willems.
“Film Samsara adalah bentuk penjelajahan. Kami ingin memberikan keragaman ke sinema Indonesia. Supaya selain yang film-film mainstream juga tetap ada ruang eksplorasi yang baru. Harapannya, kami juga bisa membawa ke audiens mainstream,” tambah produser Gita Fara. (Z-7)
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
FESTIVAL Film Horor (FFH) 2025 resmi digelar sebagai festival film horor pertama di Indonesia,
Garin Nugroho menegaskan bahwa keberadaan film horor menjadi pendukung terbesar dari industri perfilman Indonesia, dengan 70% film-film Indonesia adalah film horor.
Perjalanan dua dekade Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) terangkum dalam acara peluncuran buku “Lintasan Cahaya Asia: 20 Tahun JAFF” dan “Garin: Made in Indonesia”.
FESTIVAL film internasional tahunan JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival) tahun ini memasuki edisi ke-20 tahun. JAFF 2025 akan berlangsung pada 29 November–6 Desember di Yogyakarta.
FILM Samsara karya sutradara Garin Nugroho, mendapat tiga nominasi di Asia Pacific Screen Awards ke-18 yang akan digelar pada 27 November di Goaldcoast, Australia.
Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) direlokasi ke kawasan perhutanan sosial dengan total luasan mencapai 635,83 hektare.
Forum ini mempertemukan para tokoh agama, akademisi, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari Uni Eropa dan Indonesia.
Generasi muda serta seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi maupun dikuasai emosi. Energi bangsa, katanya, harus diarahkan untuk pembangunan, bukan perpecahan.
Indonesia dipandang perlu menyeimbangkan ketahanan domestik dengan diplomasi proaktif.
Isu performing rights bukan sekadar persoalan legal, tetapi juga refleksi dari tantangan budaya, ekonomi, dan teknologi yang harus dijawab bersama termasuk oleh perguruan tinggi.
Kerja sama antara aparat penegak hukum, lembaga pemerintah terkait dan masyarakat sipil sangatlah penting untuk melindungi anak-anak di wilayah kita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved