Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret di Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan keberagaman budaya melalui karya film, juga mengenang sejarah panjang perkembangan industri film tanah air.
Lantas bagaimana sih sejarah film nasional itu? yuk kita simak penjelasan berikut ini.
Penetapan Hari Film Nasional jatuh pada 30 Maret, yang diputuskan Dewan Film Nasional sebagai organisasi perfilman pada 11 Oktober 1962. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) tanggal 29 Maret 1999 Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional, Presiden B.J. Habibie menetapkan tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional. Penetapan ini terjadi setelah 37 tahun sejak film perdana lokal ditayangkan.
Baca juga : Kemendikbud-Ristek Siap Semarakan Peringatan Hari Film Nasional 2024
Tujuan penetapan Hari Film Nasional adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi insan perfilman Indonesia untuk meningkatkan prestasi, sehingga bisa mengangkat derajat film Indonesia.
Meskipun demikian, penetapan ini tidak luput dari perlawanan, terutama dari golongan kiri yang agresif dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai lawan. Perlawanan pertama kali muncul pada tahun 1964, di mana golongan kiri membentuk Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat (PAPFIAS). PAPFIAS melakukan serangan terhadap film-film karya Usmar Ismail yang dianggap tidak nasionalis dan kontra-revolusioner.
Partai Komunis Indonesia (PKI) dan golongan kiri menolak mengakui tanggal 30 Maret 1950 sebagai Hari Film Nasional. Mereka malah menuntut 30 April 1964 sebagai Hari Film Nasional karena tanggal berdirinya PAPFIAS. Wacana penggantian tanggal Hari Film Nasional akhirnya lenyap seiring dengan terjadinya peristiwa Gestapu di tahun 1966.
Baca juga : Netflix Tambah Delapan Koleksi Film Indonesia, ini Judulnya
Film yang satu ini digarap Usmar Ismail bersama Sitor Situmorang dan menceritakan perjalanan prajurit divisi Siliwangi dari Yogyakarta menuju Jawa Barat. Prajurit tersebut melakukan perjalanan seusai pasukan kerajaan Belanda menyerang Yogyakarta.
Proses pengambilan pertama produksi film ini juga menjadi cikal bakal hari film nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 30 maret.
Dalam proses pembuatan film ini, Usmar Ismail mengambil inspirasi dari peristiwa sejarah nyata yang berkaitan dengan revolusi Indonesia. Dia memilih untuk mengangkat kisah tentang upaya yang dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta untuk menegaskan kedaulatan rakyat Indonesia di mata dunia.
Baca juga : Pemerintah AS Memperingatkan Rusia tentang Kemungkinan Serangan Teroris di Moskow
Dalam film Tamu Agung karya Usmar Ismail, upaya dilakukan untuk menggambarkan dan mengomentari isu-isu sosial yang sedang berlangsung. Meskipun bercorak komedi, film tersebut mengisahkan kekacauan yang terjadi di sebuah desa terpencil di Jawa Timur ketika mereka bersiap menyambut seorang tokoh desa yang penting. Film ini dianggap sebagai sindiran halus terhadap pemerintahan pada saat itu.
"Tiga Dara" merupakan sebuah film yang diproduksi pada tahun 1956, menjadi tonggak awal kesuksesan komersial bagi Usmar Ismail. Film ini menampilkan elemen musikal dan mengisahkan kisah tiga saudara perempuan, yaitu Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Neni (Indriati Iskak).
Setelah kepergian ibu mereka, ketiga saudara tinggal bersama ayah (Hassan Sanusi) dan nenek mereka (Fifi Young). Nenek mereka berusaha mencarikan pasangan hidup bagi cucu perempuannya, tetapi mereka menolak sampai akhirnya saling jatuh cinta secara bersamaan. Dari situlah, kisah lucu dan menarik pun dimulai.
Film ini dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming film seperti Netflix yang tersedia melalui layanan Indihome TV. Bahkan, pada 2016, film ini diadaptasi kembali oleh Nia Dinata dengan melibatkan Shanty Paredes, Tara Basro, dan Tatyana Akman sebagai pemeran utamanya.
Selamat Hari Film Nasional! (Z-3)
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang 5 Februari 2026. Amanda Manopo dan Fajar Sadboy beradu akting dalam drama komedi berlatar fenomena pinjaman online.
Beberapa judul yang menjadi sorotan utama di antaranya kisah romantis Sore: Istri dari Masa Depan yang menampilkan chemistry antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara, serta film Tinggal Meninggal
Pelatihan menghadirkan para pakar dan praktisi terkait teknis produksi, hukum, hak cipta, hingga distribusi dan komersialisasi karya.
Kuartet Agak Laen kembali beraksi lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku, menggabungkan komedi dan empati di tengah kehidupan panti jompo.
Alie Ishala Samantha yang diperankan Anantya Kirana adalah gadis remaja berusia 16 tahun, anak bungsu dari lima bersaudara dan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya.
Peringatan ini merujuk pada sejarah berdirinya Kepolisian Metropolitan Jakarta yang dimulai pada 6 Desember 1949.
Banjir Jakarta masih menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta Timur, khususnya di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara.
Donald Trump keluarkan pernyataan bernuansa peringatan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait konflik Ukraina.
Chris Martin Coldplay memberikan peringatan bercanda soal kiss cam, menyusul drama viral di konser sebelumnya.
Penumpang kereta api di wilayah Daop 9 Jember didominasi oleh penumpang lokal dan jarak dekat seperti tujuan Surabaya dan Malang.
Total sebanyak 153.185 kendaraan atau meningkat 10,10% dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 139.133 kendaraan transaksi yang meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara Soetta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved