Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI pendatang baru Vali melakukan debut dengan merilis single bertajuk Could it be Enough? sebagai penggambaran kegalauan yang kerap dialami setiap orang soal hidup.
Pria bernama asli Novalias Bari itu melalui keterangan resmi, dikutip Kamis (4/5), mengatakan Could it be Enough? mengisahkan perasaan seseorang yang kerap mempertanyakan keputusan hidupnya dan kerap merasa tidak puas dengan pencapaian yang selama ini telah didapatkannya.
Inti pemikiran itu, menurut Vali, pasti menjadi fase yang dialami oleh banyak orang dan akhirnya dituangkan menjadi karya debutnya.
Baca juga: Nurul Munira Rilis Single Syahadat Cinta
"Itu akhirnya yang juga membuat kita jadi ragu tentang apa yang bisa kita lakukan, dan justru malah bikin kita selalu overthinking akan semua hal. Aku percaya itu dialami oleh sebagian besar orang," ujar Vali.
Meski berisi keresahan soal hidup, Could it be Enough? dibalut dengan musik yang ceria dan funky sehingga nikmat didengarkan.
Vali dibantu Nasya Citrawiryan dalam penulisan lirik lagunya, sementara Farrel Cahyono dan Dikola dipercaya menjadi produser.
Baca juga: Kris Dayanti Rilis Ulang Mencintaimu
Sedangkan untuk proses Mixing dan Mastering Could it be Enough? dilakukan oleh Matthew Mamahani.
Membawa nuansa yang ceria dan menyenangkan, Vali berharap lagu ini tidak hanya menjadi teman yang akrab dinikmati dengan telinga namun bisa juga jadi teman untuk berdendang riang.
"Aku juga berharap lagu ini juga bisa relate dengan orang-orang yang mendengarnya," tutupnya.
Lagu debut Vali, Could it be Enough? sudah dapat didengarkan lewat berbagai digital streaming platform yang tersedia di Indonesia. (Ant/Z-1)
Sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli, Audy Item sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga berdasarkan informasi dari internet maupun rekomendasi teman.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved