Jumat 02 Desember 2022, 08:45 WIB

Produser Optimistis KKN di Desa Penari Bisa Bersaing dengan Film Asing

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Produser Optimistis KKN di Desa Penari Bisa Bersaing dengan Film Asing

Instagram @kknmovie
Poster film KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni

 

CEO MD Entertainment sekaligus produser film KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni Manoj Punjabi percaya diri film yang dibintangi Tissa Biani tersebut dapat bersaing dengan film asing yang tayang dalam waktu hampir bersamaan, Desember ini.

"Kalau saya enggak (lawan) musuh raksasa, saya enggak puas. Menang dari sesuatu yang gampang itu enggak puas," ungkap Manoj, dikutip Jumat (2/12).

Lebih lanjut, Manoj menjelaskan dia memang sengaja menempatkan tanggal tayang berdampingan dengan film-film asing. Sebab, dia memang ingin membuktikan bahwa masyarakat Indonesia bisa lebih mencintai film dari negeri sendiri dibanding film asing.

Baca juga: Versi Extended dari KKN Di Desa Penari Segera Dirilis

"Sekarang misi saya sih jujur ya, daripada lawan film Indonesia yang kuat mendingan sekalian lawan film besar biar ubah mindset. Enggak mungkin dari ratusan film itu berkualitas. Mungkin 30% berkualitas yang komersial 10%. Dan film asing apakah berkualitas semua? Enggak juga. Jadi strategi saya, ayo fight asal ada kesempatan," jelasnya.

Manoj menjelaskan, film KKN Di Desa Penari: Luwih Dawo, Luwih Medeni akan berbeda dari film KKN Di Desa Penari sebelumnya.

Sebab, film kali ini akan menampilkan 40 adegan baru. Adegan-adegan tambahan itu pun merupakan adegan yang melalui proses syuting baru serta tambahan dari adegan yang tidak ditayangkan di film sebelumnya.

"Jadi, kami syuting sebagian. Lalu ada adegan bagus yang enggak kita edit sebelumnya. Jadi yang menarik di sini apa ada gimmick, ada sesuatu yang enggak bisa saya ceritakan tunggu Desember kami akan reveal ada apa di dalam 40 menit lebih itu," kata Manoj.

"Empat puluh menit menit adegan baru kita tambah juga adegan dengan syuting, editing dan juga ada adegan di film lama yang kita potong. Jadi sudah bukan utuh. Per gambarnya beda. Maksudnya adegan-adegan syuting beberapa persen sekitar 10% atau 15%, sisanya kita ambil dari editing stok," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, film KKN Di Desa Penari sudah tayang pada 30 April 2022. Film ini kemudian resmi turun layar setelah 75 hari tayang.

Film garapan Awi Suryadi ini pun sukses meraih jumlah penonton sebanyak 9.233.847 dan menjadi film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa.

Tidak hanya itu, film KKN Di Desa Penari juga sukses menggeser Pengabdi Setan, yang sebelumnya berhasil bertahan selama 5 tahun sebagai film horor Indonesia terlaris. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

AFP/Getty Images/Jamie McCarthy

Ed Sheeran Merasa tidak Nyaman Bermedia Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:32 WIB
Penyanyi kelahiran 17 Februari 1991 itu meminta maaf kepada penggemarnya dan berjanji akan kembali aktif menyapa penggemarnya lewat...
AFP/Getty Images/ Harry How

Fisik tak Mendukung, Ozzy Osbourne Batalkan Tur Eropa-Inggris

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:24 WIB
Osbourne dijadwalkan manggung di beberapa kota seperti Nottingham, Newcastle, Glasgow, Manchester, Dublin, London, dan...
Ist

Acara 'Bunda Corla Is Back Party' Raih Kesuksesan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 16:53 WIB
'Anak-anak bunda' yang merupakan sebutan bagi para penggemar Bunda Corla pun memenuhi setiap venue...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya