Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Jepang karya Sang Il Lee, yang berjudul Wandering atau The Wandering Moon sudah dapat disaksikan di platform streaming digital KlikFilm.
The Wandering Moon merupakan sebuah film yang didasari dari novel karya Yuu Nagira. Film ini menghadirkan tiga bintang baru yakni Suzu Hirose, Tori Matsuzaka, dan Ryusei Yokohama.
Mengutip dari siaran resmi, Rabu (23/11), film ini berkisah tentang pria berusia 19 tahun, Fumi Saeki (Tori Matsuzaka) yang bertemu Sarasa Kanai (Tamaki Shiratori), gadis berusia 10 tahun yang tidak berani pulang.
Baca juga: Don't Worry Darling Tayang di HBO Go Mulai 27 November
Hujan turun dengan deras, Fumi pun menudungi Sarasa dengan payung lalu menawarkan berteduh di rumahnya. Suatu hari, saat bermain di danau, polisi menangkap Fumi.
Sarasa dikembalikan ke keluarga. Perpisahan ini berlangsung dramatis. Fumi pun diseret ke pengadilan dengan tuduhan sebagai pedofil.
Setelah 15 tahun berlalu, Sarasa (Suzu Hirose), yang bekerja di restoran, siap menikah dengan anak orang kaya, Ryo (Ryusei Yokohama).
Suatu malam, Sarasa diajak rekan kerjanya, Kanako (Shuri) ke sebuah kedai dengan suasana tidak biasa.
Sarasa sangat terkejut saat mengetahui bahwa pemilik kedai adalah Fumi, yang sudah tidak mengenalinya. Dia pun penasaran dan menyelidiki pria dari masa lalunya tersebut dengan berbagai resiko.
The Wandering Moon telah rilis di Jepang pada Mei 2022 dan mendapat kritik positif dari pemerhati film.
Meski menghadirkan para pemain baru, film ini tetap didukung oleh orang-orang terbaik di bidangnya seperti Marihiko Hara sebagai penata musik dan Hong Kyu Pyo yang mendunia bersama Parasite sebagai sinematografernya.
Keunikan dari film ini adalah alurnya yang maju mundur. Selain itu, The Wandering Moon juga tidak menjelaskan siapa protagonis dan antagonisnya. Masa lalu tokoh seperti formasi kulit bawang, yang tipis, rentan robek dan berlapis-lapis.
Sang Il Lee pun membuat intisari dunia The Wandering Moon lewat sinematografi yang cenderung remang-remang. Siang dibuat murung, senja tidak pernah muncul dengan lanskap surya terbenam. Benderang hanya muncul sekelebat.
Baik Sang Il Lee dan Yuu Nagira tidak menunjukkan keberpihakan pada tokoh-tokoh kunci dalam ini. Keduanya objektif dengan tidak membenarkan dugaan pedofil.
The Wandering Moon secara keseluruhan menampilkan tentang disfungsi keluarga, getirnya hidup, rumitnya cinta, pengenalan diri, pengejaran kebahagiaan dan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan. (Ant/OL-1)
Sejumlah film peraih penghargaan dunia seperti Sirat dan The Worst Person in the World telah dihadirkan pada pekan kedua program Matinee Show Klikfilm.
Melalui JWC 2025, disajikan film-film terbaik dari seluruh dunia sekaligus memperkenalkan kembali karya klasik Indonesia kepada generasi baru
Tahun ini, menjadi pertama kalinya JWC menghadirkan KlikFilm Short Movie Competition, inisiatif yang dirancang untuk mendukung sineas muda Indonesia
Film Universal Language masuk shortlist Oscar 2025 untuk kategori Best International Feature Film.
Film Doa-Doa di Atas Kepala dijadwalkan akan tayang di platform streaming Klik Film mulai 28 Maret 2025.
Film Surga di Telapak Kaki Bapak diharapkan dapat menjadi pengingat tentang pentingnya saling mengerti dan mendukung dalam keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved