Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH film baru berjudul Doa-Doa di Atas Kepala siap menghibur penonton di momentum Lebaran 2025 dengan cerita dengan tema spiritual yang dialami Markum, seorang pemuda memiliki kemampuan untuk mendengar doa-doa yang dipanjatkan orang-orang di sekitarnya.
Kemampuan ini membawanya pada serangkaian pengalaman yang menggugah, membawanya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang makna doa, harapan, dan hubungan manusia dengan tuhan.
Sutradara Rully Manna, dikutip Rabu (19/3), mengungkapkan bahwa film terbarunya, Doa-Doa di Atas Kepala akan membawa penonton pada perjalanan spiritual yang mendalam.
"Kami memiliki semangat yang tinggi dalam menggarap film ini. Kami ingin membuat film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan yang positif bagi penonton," ujar Rully Manna.
Film ini bercerita tentang seorang anak muda yang sedang mencari jati dirinya. Dia merasa kehilangan arah dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hidupnya. Perjalanannya membawanya ke musalla, tempat dia tiba-tiba bisa mendengarkan doa-doa orang lain.
Rully Manna juga memuji para aktor yang terlibat dalam film ini, terutama Maisha Kanna dan Dewa Dayana.
Menurutnya, mereka adalah talenta-talenta yang sangat profesional dan memiliki potensi besar.
"Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Maisha dan Dewa," kata Rully Manna.
"Mereka adalah aktor-aktor yang sangat berbakat dan profesional. Kami banyak melakukan brainstorming dan eksplorasi untuk mendalami karakter masing-masing," tambahnya.
Rully Manna berharap film ini dapat memberikan inspirasi dan refleksi bagi penonton tentang pentingnya spiritualitas dan pencarian jati diri. Ia juga berharap film ini dapat menjadi tontonan yang menghibur dan bermakna.
Film Doa-Doa di Atas Kepala dijadwalkan akan tayang di platform streaming Klik Film mulai 28 Maret 2025.
Dalam film ini, Dewa Dayana, yang berperan sebagai Markum, akan menjadi representasi bagi setiap individu yang ingin kembali pada landasan spiritualnya masing-masing.
"Seperti bulan yang bersinar karena pantulan cahaya matahari, manusia pun juga harus bersinar dengan cahaya ilahi," ujar Dewa Dayana. (Ant/Z-1)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Reality show pemenang Emmy 2025, The Traitors, akan diadaptasi di Indonesia oleh Falcon Pictures dan tayang di KlikFilm, menampilkan permainan psikologis pengkhianatan dan kepercayaan.
Sejumlah film peraih penghargaan dunia seperti Sirat dan The Worst Person in the World telah dihadirkan pada pekan kedua program Matinee Show Klikfilm.
Melalui JWC 2025, disajikan film-film terbaik dari seluruh dunia sekaligus memperkenalkan kembali karya klasik Indonesia kepada generasi baru
Tahun ini, menjadi pertama kalinya JWC menghadirkan KlikFilm Short Movie Competition, inisiatif yang dirancang untuk mendukung sineas muda Indonesia
Film Universal Language masuk shortlist Oscar 2025 untuk kategori Best International Feature Film.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved