Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Carlos Lopez Estrada, yang dikenal lewat film Raya and the Last Dragon akan menulis ulang dan mengarahkan remake live action anime fiksi ilmiah Your Name.
Dlansir dari Variety, Kamis (3/11), nama Estrada telah didaftarkan oleh Paramount, Bad Robot, dan Toho. Film ini sedang dalam pengembangan dan didasarkan pada drama fantasi romantis animasi 2016, yang dianggap sebagai film klasik modern di Jepang.
Saat ini, Estrada sedang menulis naskahnya. Versi awal ditulis oleh penulis skenario nominasi Academy Award Eric Heisserer, yang terkenal lewat karyanya di Arrival dan Bird Box.
Baca juga: Film Menjelang Magrib Masuk Kompetisi Molins Film Festival di Barcelona
JJ Abrams dari Bad Robot akan memproduseri film tersebut bersama Hannah Minghella dan Jon Cohen, dengan Genki Kawamura, yang memproduseri film aslinya.
Your Name adalah hit yang mengejutkan di Jepang, meraup lebih dari US$230 juta atau senilai Rp3,5 triliun di negara itu saja.
Dalam versi remake kali ini, Your Name bercerita tentang dua remaja yang menemukan bahwa mereka secara ajaib bisa bertukar tubuh. Ketika sebuah bencana mengancam kehidupan keduanya, mereka melakukan perjalanan untuk bertemu dan menyelamatkan dunia mereka.
Toho akan menangani distribusi film di Jepang;, Paramount akan merilis film tersebut di Amerika Serikat (AS) AS dan semua wilayah internasional lainnya.
Estrada merupakan pembuat film nominasi Academy Award dari Mexico City. Film debutnya adalah Blindspotting, yang tayang perdana pada malam pembukaan Sundance edisi 2018.
Estrada dinominasikan oleh DGA untuk Outstanding Directorial Achievement of a First-Time Feature Film, dan film tersebut dipuji secara luas.
Film keduanya, Summertime melihat bagaimana kehidupan Angelinos muda bersinggungan, ditayangkan perdana pada malam pembukaan Sundance 2020. Film ini dirilis secara teatrikal pada tahun berikutnya.
Film ketiganya, Raya and the Last Dragon dirilis oleh Disney pada Maret 2021 dan dinominasikan untuk Academy Award untuk Fitur Animasi Terbaik.
Di sisi TV, Estrada menyutradarai episode Legion dari FX dan Marvel.
Dia memulai kariernya mengarahkan video musik untuk musisi seperti Billie Eilish, Father John Misty, Thundercat dan Flying Lotus, Katy Perry, Carly Rae Jepsen, dan Clipping.
Pada 2012, dia memenangkan Grammy Latin lewat video musik animasi yang dia sutradarai untuk artis Meksiko Jesse & Joy.
Estrada, saat ini, sedang mengembangkan film dokumenter fitur animasi yang akan dirilis pada 2023, serta adaptasi live-action favorit animasi Disney, Robin Hood. (Ant/OL-1)
Setelah sebelumnya sukses mengarahkan serial Pertaruhan, Sidharta Tata menyebut film Ikatan Darah sebagai ambisi lama yang akhirnya mendapatkan momentum untuk diwujudkan.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Film terbaru, "Wish," menghadirkan kembali kehadiran karakter penjahat dengan sentuhan klasik, merayakan ulang tahun ke-100 Disney.
Setelah Raya and the Last Dragon, posisi kedua dengan nominasi terbanyak ditempati oleh Encanto yang mendapatkan 9 nominasi, diikuti oleh Luca dari Pixar dengan 8 nominasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved