Sabtu 14 Mei 2022, 11:31 WIB

Biaya Produksi Satria Dewa: Gatotkaca, Rp20 Miliar

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Biaya Produksi Satria Dewa: Gatotkaca, Rp20 Miliar

Instargam @satriadewa.studio
Poster fanart Satria Dewa: Gatotkaca

 

SUTRADARA Hanung Bramantyo mengungkapkan biaya pembuatan film Satria Dewa: Gatotkaca mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Membuat film pahlawan super memang membutuhkan biaya yang cukup besar, apalagi jika menggunakan CGI (Computer Generated Imagery) dan visual effect yang dikerjakan dengan sangat detail.

Meski demikian, Hanung membocorkan bahwa film itu memakan biaya Rp20 miliar-Rp24 miliar. Menurutnya, jumlah itu masih lebih murah dibandingkan dengan film pahlawan super lain.

Baca juga: Trailer Perdana Satria Dewa: Gatotkaca Dirilis

"Budget-nya sekitar Rp20 miliar sampai Rp24 miliar. Jadi kalau ada orang bilang ini budget-nya Rp80 miliar itu enggak benar. Enggak ada separo-separonya budget film superhero yang ada, bahkan yang ada di Indonesia," ujar Hanung dalam peluncuran trailer Satria Dewa: Gatotkaca di Depok, Jumat (13/5).

Hanung mengatakan membuat film pahlawan super tidaklah mudah, dibutuhkan support system yang cukup kuat, di antaranya CGI dan efek 3D.

Kekuatan CGI dan efek 3D bertujuan membangun imajinasi penonton akan pertempuran epik seperti yang sering digambarkan Disney dan Marvel Studio.

Menurut Hanung, jika kedua hal tersebut tidak kuat dan intens, penonton film pahlawan super akan kecewa dan lebih memilih menyaksikan film dari luar negeri.

"Makanya saya bekerja sama dengan Lumine Studio, dengan Mas Andi sebagai komandonya di situ, itu betul-betul pada saat kita men-development ini, saya sudah membayangkan bahwa saya ingin ini kejadian seperti ini, kekuatan supernya bisa terwujud seperti ini," katanya.

"Jadi, Mas Andi betul-betul memberikan support itu. Kalau enggak ada itu, kita bubarlah. Enggak bisa mewujudkan gagasan kita. Dan anak-anak sekarang enggak akan mungkin bisa kerangkul itu semua," lanjut Hanung.

Hanung juga mengatakan Gatotkaca yang ditampilkan dalam filmnya merupakan perwujudan yang lebih modern dari cerita klasiknya. Namun, ia tetap menampilkan ciri khas dari Gatotkaca seperti kumis dan baju zirahnya.

"Kita buat modern, dulu orang gagah itu selalu berkumis, makanya jadi simbol maskulinitas, sekarang makin klimis makin maco tapi kumis itu tidak kita hilangkan, kumisnya kita buat seolah-olah itu aksen," jelas Hanung.

Selain kumis, Hanung juga mempertahankan kutang Antakusuma atau pakaian yang membuat Gatotkaca bisa terbang meski tanpa sayap. Selain itu, ada juga bintang yang terdapat di dada Gatotkaca.

"Memang kita modif bintang itu yang keren buat anak-anak sekarang," pungkas Hanung. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Instagram @gamaliel

Isyana dan Gamaliel Aransemen Ulang Lagu Ada Apa dengan Cinta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:45 WIB
Versi terbaru lagu Ada Apa dengan Cinta yang diaransemen oleh Isyana dan Gamaliel terkesan semakin megah dan dramatis dengan iringan piano,...
Instagram @strangerthingstv

Ini Lima Hal yang Bikin Penasaran di Akhir Stranger Things 3

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:30 WIB
Di akhir musim ketiga, serial itu meninggalkan begitu banyak pertanyaan yang memicu rasa penasaran...
Instagram @omegax_official

Dua Personel OMEGA X akan Beradu Akting di Drama Korea

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:15 WIB
Jaehan akan berperan sebagai Lee Da Yeol, pemanah yang bercita-cita tinggi, sementara Yechan akan memerankan Jo Tae Hyun, seorang siswa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya