Rabu 26 Januari 2022, 08:30 WIB

Gita Fara Tegaskan Unsur Lokal bukan Penghambat Film Capai Audiens Luas

Basuki Eka Purnma | Hiburan
Gita Fara Tegaskan Unsur Lokal bukan Penghambat Film Capai Audiens Luas

Instagram @almostgita
Suasana konferensi pers film Nana akan dotayangkan di Berlinale

 

PRODUSER film Before, Now & Then (Nana) Gita Fara berpendapat unsur lokal yang ditampilkan di dalam film semestinya bukan menjadi penghambat untuk mencapai penonton yang tersebar di berbagai negara.

"Kelokalan ini bukan sesuatu penghambat untuk kita bisa punya audiens yang lebih luas lagi. It's worth to try untuk mengeksplorasi bahasa daerah dan budaya daerah," kata Gita, dikutip Rabu (26/1).

Ia menilai karya-karya sutradara Kamila Andini serta rumah produksi Fourcolours Film merupakan keunikan tersendiri karena menggunakan unsur-unsur lokal menjadi sebuah statement di dalam film, termasuk penggunaan bahasa lokal.

Baca juga: Happy Salma Sebut Sisi Kemanusiaan Jadi Daya Tarik Film Nana

"Ini yang mudah-mudahan bisa bergulir menjadi energi yang lebih besar untuk pembuat-pembuat film lain yang lebih muda di depan," ujarnya.

Pada Rabu (19/1), penyelenggara Festival Film Internasional Berlin mengumumkan deretan film yang masuk program kompetisi utama, film Nana menjadi salah satu di antaranya.

Kamila Andini menjadi sutradara perempuan kedua Indonesia yang masuk di festival yang dikenal dengan nama Berlinale itu setelah Sofia WD dengan film Badai Selatan (1962). 

Selain itu, Edwin juga muncul di festival tersebut dengan film Postcards from the Zoo atau Kebun Binatang pada 2012.

"Saya bisa bilang bahwa film ini pencapaian terbesar buat Fourcolours Film, buat saya, buat Kamila Andini, dalam konteks sinema dunia, ujar produser Ifa Isfansyah.

Ia mengatakan, saat ini, film Nana telah digaet distributor  internasional Wild Bunch yang telah memasarkan film-film besar,
termasuk Shoplifters karya Kore-eda Hirokazu, City of God karya Fernando Meirelles, hingga The Grandmaster karya Wong Kar Wai.

"Kami juga mendorong untuk distribusi dan ini pertama kalinya kamibekerja sama dengan Wild Bunch. Bisa dibilang secara set-up, ini memang visi distribusinya lebih besar daripada sebelumnya," kata Ifa.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan rencana distribusi film Nana di Indonesia, ia berharap film tersebut dapat segera ditayangkan di tanah air.

"Mudah-mudahan tidak terlalu jauh (tayangnya) sejak Berlin ini. Tentu saja, kapan waktunya dan sebagainya pasti bisa kami usulkan, tapi nanti mesti banyak sekali pertimbangan. Tapi kami ingin secepat mungkin setelah ini," pungkas Ifa. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Demi Jack Sparrow, Disney Tawarkan Rp4 Triliun pada Johnny Depp

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 13:21 WIB
Disney memberikan penawaran Rp4 triliun kepada aktor Johnny Depp supaya bintang Hollywood tersebut kembali memerankan karakter ikonis Jack...
Antara

Ngeri-Ngeri Sedap Diapresiasi Sandiaga Uno Dukung Kebangkitan Ekonomi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 09:38 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi film “Ngeri-Ngeri Sedap” dengan mengatakan bahwa...
AFP/Dia Dipasupil

Taylor Swift Rilis Singel Terbaru Diangkat dari Kisah Novel

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 23:25 WIB
Sebelumnya pada Maret lalu, Taylor juga sempat membagikan bahwa 'Where the Crawdads Sing' merupakan buku yang membuatnya tersesat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya