Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Inggris John Boyega mengkriik perlakuan terhadap karakter nonkulit putih di film Star Wars teranyar. Dia menyebut karakter-karakter itu dipromosikan memegang peran penting namun ternyata malah diabaikan.
Dalam wawancara yang diterbitkan Majalah GQ, Rabu (2/9), Boyega mengungkapkan kekecewaannya mengenai bagaimana karakternya, stormtrooper Finn yang menghilang di episode akhir trilogi Star Wars yang mencapai puncaknya dalam film The Rise of Skywalker pada 2019.
"Yang saya ingin katakan kepada Disney adalah jangan memperkenalkan karakter berkulit hitam, mempromosikannya sebagai sosok penting, dan kemudian meminggirkannya. Hal itu tidak benar. Saya mengatakan sejujurnya," tegas Boyega.
Baca juga: Cate Blanchett Tolak Disebut Aktris
Dia menambahkan, sesama aktor nonkulit putih Naomi Ackie, Kelly Marie Tran, dan Oscar Isaac juga mengalami hal yang sama. Adapun Adam Driver dan Daisy Ridlet menjadi sorotan atas peran mereka sebagai Kylo Ren dan Rey.
"Mereka memberikan semua sorotan kepada Adam Driver, kepada Daisy Ridley. Daisy menyadari hal ini. Adam menyadari hal ini. Semua orang sadar. Saya tidak membongkar apa pun," tegas Boyega.
Boyega yang kelahiran Nigeria menjadi viral pada Juni lalu ketika berpidato penuh emosi di demonstrasi antirasisme di London pascakematian George Floyd. (AFP/OL-1)
Sinopsis film A Time to Kill (1996), drama hukum tentang rasisme, keadilan, dan perjuangan seorang ayah. Ulasan singkat & fakta menarik.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved