Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Rihanna dan Jay-Z masing-masing menyumbang US$1 juta atau Rp16,4 miliar melalui yayasan mereka untuk memerangi virus korona atau Covid-19. Rihanna melalui Clara Lionel Foundation dan Jay-Z dengan Shawn Carter Foundation.
Total US$2 juta setara Rp32,8 miliar didonasikan untuk mendukung pekerja imigran ilegal, anak-anak dari pekerja kesehatan yang berada di garda depan, responden pertama, tahanan, lansia, hingga tunawisma di New York dan Los Angeles.
Pekan lalu, yayasan milik Rihanna mengumumkan hibah US$5 juta atau setara Rp82 miliar kepada pekerja lapangan yang berada di garis terdepan menangani Covid-19.
Baca juga: Sejumlah Bintang Bollywood Sumbangkan Dana untuk Atasi Covid-19
Dana itu juga diberikan kepada komunitas terpinggirkan dan rentan terkena virus korona di Amerika Serikat, Karibia, dan Afrika.
Dana darurat baru ini membantu upaya penanggulangan virus korona oleh sejumlah organisasi termasuk dari wali kota Los Angeles, sekolah umum, Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), dan Koalisi Imigran New York.
Dalam laporan Variety, bantuan dana itu dirinci untuk beberapa hal. Seperti tempat penitipan anak, materi untuk belajar, makanan, persediaan anak-anak petugas layanan kesehatan.
Mereka juga menyediakan bahan belajar untuk lebih dari 20 ribu anak-anak dan remaja yang belajar di tempat penampungan. Juga memberikan dukungan kesehatan mental untuk para orang tua. Donasi juga digunakan untuk memastikan pusat penitipan anak terjaga kebersihannya beserta para personelnya.
Tidak sampai di situ, donasi juga digunakan untuk memberi makanan yang di antara ke rumah orang tua dan tuna wisma di penampungan darurat. Termasuk membantu para pekerja imigran dan imigran ilegal.
Donasi ini juga diberikan untuk advokasi tes dan perawatan gratis bagi seluruh warga New York tanpa memandang status.
Direktur Eksekutif yayasan milik Rihanna, Justine Lucas, mengatakan ada banyak populasi yang rentan semasa pandemi seperti imigran ilegal, tahanan, lansia, tuna wisma, dan anak-anak dari petugas kesehatan yang menangani Covid-19.
"Sekarang kita perlu mendukung organisasi yang memprioritaskan kesehatan dan hak-hak mereka," kata Lucas.
Selaras dengan Lucas, co-founder yayasan milik Jay Z juga memprioritaskan individu yang membutuhkan melalui kerjasama.
"Satu-satunya cara melalui pandemi ini adalah dengan cinta dan tindakan," kata Gloria Center. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved