Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mengawal Ramadan dengan Stabilitas: Komitmen Bank Indonesia bagi Ekonomi dan Masyarakat

Sandi Fikri Padillah, mahasiswa Institut Agama Islam SEBI, penerima Beasiswa Program Generasi Baru Indonesia (GenBI)
11/12/2025 17:00
 Mengawal Ramadan dengan Stabilitas: Komitmen Bank Indonesia bagi Ekonomi dan Masyarakat
Sandi Fikri Padillah(DOK PRIBADI)

MENJELANG Ramadan, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat cepat. Pembelian kebutuhan pokok bertambah, transaksi harian naik, dan permintaan uang tunai melonjak. Bahkan, pada Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya penarikan uang mencapai Rp197,6 triliun. 

Kondisi ini menjadikan stabilitas harga dan kelancaran sistem pembayaran sebagai faktor penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman (Bank Indonesia, 2025a). Di sinilah peran Bank Indonesia (BI) menjadi krusial. Melalui kebijakan moneter untuk menjaga inflasi tetap terkendali serta penguatan sistem pembayaran digital yang makin masif.

Bank Indonesia pertahankan suku bunga untuk kendalikan inflasi

Kebijakan moneter menjadi alat utama BI untuk menjaga kestabilan harga menjelang Ramadan. Dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate pada 4,75%, serta suku bunga deposit facility 3,75% dan lending facility 5,50%. 

Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menahan tekanan inflasi. BI juga memperkirakan inflasi 2025–2026 berada pada kisaran 2,5 ± 1%, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. (Bank Indonesia, 2025).

Bagi masyarakat, kestabilan suku bunga dan inflasi sangat penting agar kenaikan permintaan menjelang Ramadan tidak memicu lonjakan harga. Dengan tingkat suku bunga yang stabil, perbankan memiliki ruang untuk menurunkan biaya kredit sehingga modal kerja lebih mudah diakses, terutama bagi UMKM yang aktivitas penjualannya meningkat pada bulan Ramadan.

QRIS dan digitalisasi pembayaran jadi penggerak ekonomi

Tak hanya lewat kebijakan suku bunga, BI juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sistem pembayaran digital, terutama lewat QRIS. Hingga pertengahan 2025, QRIS telah dipakai oleh sekitar 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant yang sebagian besar atau 93,16%-nya adalah UMKM, dengan total 6,05 miliar transaksi senilai Rp 579 triliun. 

Bahkan, BI mencatat bahwa keseluruhan transaksi digital, mulai dari QRIS hingga mobile dan internet banking telah mencapai 4,45 miliar transaksi, tumbuh 31,20% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Bank Indonesia, 2025). 

Selain itu, beragam inovasi seperti QRIS Tuntas (Tarik, Setor, Transfer) serta QRIS TAP (transaksi tanpa perlu memindai kode QR) turut menghadirkan kemudahan baru dalam bertransaksi.

Menjelang Ramadan, perkembangan pembayaran digital memberikan dampak signifikan. Aktivitas belanja masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien karena tidak lagi bergantung pada penggunaan uang tunai. Para pelaku UMKM hingga berdonasi dan zakat kini dapat menerima pembayaran digital dengan cara yang lebih praktis. 

Sinergi pro-stability & pro-growth : arah kebijakan BI dalam pertemuan tahunan 2025

Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Gubernur Bank Indonesia memaparkan arah kebijakan yang berupaya menyeimbangkan antara stabilitas dan pertumbuhan. Upaya menjaga stabilitas moneter dilakukan melalui penguatan nilai tukar, pengendalian inflasi, serta mempertahankan tingkat suku bunga. 

Sementara itu, dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi dilakukan lewat digitalisasi sistem pembayaran, kebijakan makroprudensial yang lebih longgar, serta perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Tema PTBI 2025, Tangguh dan Mandiri, Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan, menegaskan bahwa BI tidak hanya berfokus meredam potensi gejolak, tetapi juga aktif memperkuat kapasitas pertumbuhan ekonomi nasional (Tahunan, 2025).

Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga periode penting bagi aktivitas ekonomi nasional. BI berupaya memastikan Ramadan 2026 mendatang berlangsung lebih tertib, lancar, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya