Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Transaksi Digital Jadi Motor Baru Kinerja Bank Mandiri

Naufal Zuhdi
05/4/2026 10:24
Transaksi Digital Jadi Motor Baru Kinerja Bank Mandiri
ilustrasi(Antara)

Strategi digitalisasi yang dijalankan Bank Mandiri mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan. Kanal digital kini menjadi salah satu pilar utama dalam menopang pertumbuhan bisnis perseroan. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menilai super app Livin’ by Mandiri menjadi salah satu aplikasi keuangan dengan pertumbuhan pengguna tercepat di industri.

Menurutnya, akselerasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Di saat yang sama, digitalisasi juga mendorong efisiensi, tercermin dari penurunan cost to income ratio (CIR) yang kini mulai mendekati level Bank Central Asia (BBCA).

“Hal ini menunjukkan transformasi digital yang dilakukan BMRI tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.

Selain dari sisi digital, Bank Mandiri juga diuntungkan oleh posisinya dalam ekosistem BUMN, termasuk keterlibatan dalam konsolidasi aset negara melalui Danantara.

Konsolidasi tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan layanan perbankan korporasi berskala besar, mulai dari sindikasi kredit hingga manajemen kas. Segmen ini menjadi salah satu kekuatan utama Bank Mandiri.

Di tengah prospek pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta hilirisasi industri dan energi, termasuk energi baru terbarukan, permintaan pembiayaan diperkirakan akan meningkat. Hal ini membuka peluang bagi Bank Mandiri untuk memperluas portofolio kredit korporasi. Dari sisi investasi, saham BMRI juga dinilai menarik dengan potensi dividen yield yang diperkirakan mencapai sekitar 8,8%, serta peluang capital gain.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri telah mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan layanan digital untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transfer dana antar individu dan pelaku usaha. Penggunaan transaksi digital di berbagai merchant, termasuk UMKM, juga turut memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong inklusi keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas digital tersebut, pendapatan berbasis komisi Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Pendapatan dari platform digital, termasuk Livin’ by Mandiri, tercatat mencapai Rp625 miliar atau tumbuh 45,3% secara tahunan. Sementara itu, platform wholesale Kopra by Mandiri menyumbang Rp421 miliar dengan pertumbuhan 29,3% YoY, sejalan dengan peningkatan volume transaksi nasabah di kanal digital perseroan.

Transformasi digital ini menegaskan pergeseran strategi Bank Mandiri, dari sekadar bank konvensional menjadi institusi keuangan berbasis ekosistem digital yang lebih efisien dan terintegrasi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik