Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dukung Ekosistem Keuangan Inklusif, Transaksi Livin’ by Mandiri Tumbuh 25%

Ihfa Firdausya
09/12/2025 01:16
Dukung Ekosistem Keuangan Inklusif, Transaksi Livin’ by Mandiri Tumbuh 25%
Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda.(MI/Ihfa Firdausya)

BANK Mandiri mendorong pertumbuhan ekonomi serta perluasan ekosistem keuangan yang inklusif. Penguatan layanan digital ritel menjadi salah satu fokus perseroan melalui pengembangan Livin’ by Mandiri. Hal tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemudahan transaksi masyarakat.

Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda menilai akses layanan digital yang efisien berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi harian.

"Nasabah membutuhkan layanan yang cepat dan praktis. Untuk itu, Livin’ by Mandiri kami siapkan agar proses transaksi berjalan lebih sederhana dan langsung efektif," ujar Harry dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin (8/12).

Hingga September 2025, beyond super app andalan Bank Mandiri ini telah mencatat lebih dari 35 juta pengguna. Frekuensi transaksi tumbuh 25% secara tahunan (yoy), sementara nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun atau naik 10%.

Harry juga menambahkan, adopsi layanan digital semakin kuat terlihat dari 91% pembukaan rekening yang kini telah dilakukan melalui Livin’ by Mandiri. Menurutnya, data itu menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat menuju layanan yang dapat diakses kapan saja tanpa ketergantungan pada jaringan kantor cabang.

Salah satu pertumbuhan signifikan dalam fitur transaksi antara lain QRIS di Livin’ by Mandiri. Pada periode September 2025, fitur pembayaran yang telah menjadi andalan nasabah ini telah mencapai 878 juta transaksi dengan nilai menembus Rp123,5 triliun.

Jumlah tersebut melesat 103% bila dibandingkan dengan periode September 2024 lalu.

Dari sisi kinerja, kontribusi digital seluruh layanan digital Bank Mandiri terhadap pendapatan pun terus meningkat. Tercatat, fee based income atau pendapatan berbasis komisi pada layanan digital Bank Mandiri telah mencapai Rp5,48 triliun hingga September 2025 atau tumbuh 13,3% yoy.

Capaian tersebut memperkuat posisi bank berlogo pita emas itu dalam ekosistem digital ritel serta mendukung penguatan ekonomi berbasis transaksi digital. 

Harry menegaskan pengembangan Livin’ by Mandiri akan tetap diarahkan pada peningkatan akses dan utilitas bagi masyarakat.

"Komitmen kami mendorong akselerasi digital akan terus kami jalankan. Setiap fitur dikembangkan agar manfaat serta nilai tambah yang diterima nasabah semakin nyata," pungkasnya. (Ifa/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik