Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Transaction Banking BRI Tumbuh Pesat, Dorong Penguatan Dana Murah

Andhika Prasetyo
05/3/2026 10:05
Transaction Banking BRI Tumbuh Pesat, Dorong Penguatan Dana Murah
ilustrasi(BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat kinerja transaction banking yang kuat hingga Desember 2025. Kinerja positif itu didorong oleh peningkatan transaksi digital pada segmen ritel, nasabah bisnis, serta ekosistem pembayaran. Pertumbuhan tersebut sekaligus memperkuat struktur pendanaan perseroan melalui peningkatan dana murah atau current account savings account (CASA).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan capaian ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan melalui program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan pendanaan berbasis dana murah.

“Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah,” ujar Hery.

Menurut Hery, BRI menjalankan dua strategi utama untuk memperkuat struktur pendanaan, yakni meningkatkan porsi dana murah dan memperkuat kapabilitas transaction banking. Penguatan dana murah dilakukan melalui optimalisasi kanal digital seperti BRImo, BRILink, serta sistem pembayaran QRIS. Di segmen ritel, perseroan juga mengembangkan ekosistem pembayaran digital melalui SuperApp BRImo.

Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta pengguna, meningkat 18,9 persen secara tahunan (YoY). Nilai transaksi melalui platform tersebut juga naik 26,4 persen YoY menjadi Rp7.076,9 triliun.

Layanan Korporasi Melalui Qlola

Sementara itu, pada segmen menengah, komersial, dan korporasi, BRI memperkuat layanan transaction banking melalui platform cash management dan transaksi end-to-end berbasis digital. Platform Qlola mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna aktif mencapai 113 ribu atau meningkat 48,1 persen YoY hingga akhir 2025. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, volume transaksi Qlola meningkat 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.

BRI juga memperluas akseptasi pembayaran di merchant yang berdampak pada peningkatan volume transaksi. Nilai penjualan merchant tercatat meningkat 48,1 persen YoY menjadi Rp223,2 triliun. Sementara itu, transaksi menggunakan QRIS BRI menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan volume penjualan meningkat 100 persen YoY menjadi Rp85,6 triliun. Jumlah transaksi QRIS BRI juga melonjak 127,5 persen YoY menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Hery menambahkan peningkatan transaksi digital tersebut turut memperkuat basis dana giro dan tabungan sehingga struktur pendanaan BRI menjadi lebih efisien. Hingga akhir 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 7,4 persen YoY menjadi Rp1.467 triliun.

Rasio CASA perseroan juga tetap terjaga tinggi di level 70,6 persen, sementara cost of fund DPK membaik menjadi 2,9 persen, dibandingkan 3,1 persen pada akhir 2024.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandas Hery. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya