Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Geliat Manufaktur Pacu Pertumbuhan Industri Lab, Diproyeksikan Capai 3,1 Miliar Dollar AS pada 2027

Iis Zatnika
02/4/2026 17:20
Geliat Manufaktur Pacu Pertumbuhan Industri Lab, Diproyeksikan Capai 3,1 Miliar Dollar AS pada 2027
Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) Wahyu Purbowasito, berbicara di Tangerang, Rabu (1/3).(MI/Iis Zatnika)

Dari sekitar 10.500 laboratorium yang beroperasi di Indonesia, 2.000 di antaranya sudah terakreditasi. Capaian itu menjadikan Indonesia menjadi peringkat satu di Asia dalam bidang laboratorium, serta nomor empat di dunia. Penilaiannya didasarkan atas kuantitas serta peningkatan kualitas yang dilakukan berkesinambungan, termasuk akreditasi. 

Demikian diungkapkan Deputi Akreditasi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Sekretaris Komite Akreditasi Nasional (KAN) Wahyu Purbowasito, di Tangerang, Rabu (1/3). 

Sebanyak 10.500 laboratorium itu melayani bidang medis, farmasi, pendidikan, industri, hingga penelitian akademik dan ilmiah. Pasar industri laboratorium di Indonesia diproyeksikan mencapai lebih dari 3,1 miliar Dollar AS pada 2027. 

"Indonesia bukan hanya unggul dari segi jumlah laboratorium, namun juga berbagai upaya pengembangan, termasuk akreditasi. Kendati begitu, jumlah laboratorium yang terakreditasi perlu terus kita tingkatkan, agar makin optimal menjalankan peran mendorong inovasi serta meningkatkan daya saing nasional," kata Wahyu. 

Optimisme pada sektor laboratorium itu juga terlihat pada penyelenggaraan pameran Lab Indonesia 2026 yang akan digelar untuk kedelapan kalinya pada 15–17 April di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara Lab Indonesia 2026 Kristi Wulandari menjelaskan, pameran yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali itu akan diikuti 697 pelaku industri laboratorium, sebanyak 447 berasal dari dalam negeri dan 250 dari luar negeri. Dari global, berasal dari China, Finlandia, Hongkong, india, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Mereka akan menempati luas area 14.580 m2, sedangkan jumlah pengunjung diharapkan akan mencapai  15.000 orang dari kalangan profesional maupun pelajar, dan mahasiswa. Jumlah peserta itu meningkat 55% dibandingkan pameran sebelumnya.  

"Produk yang akan tampil mulai instrumen, peralatan saintifik, laboratory consumables, testing, research & development, hingga quality assurance dan quality control. Selain itu, ada juga update terkait bioteknologi, pengujian lingkungan, hingga pengujian farmasi. Teknologi terkini mengarah pada sistem analisis laboratorium yang lebih presisi, efisien, dan sesuai dengan standar global," kata Kristi Wulandari.  

Ketua Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Jakarta Afrizal menyatakan, di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan dan teknologi laboratorium terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan tuntutan atas peningkatan kualitas produksi, pengendalian mutu, serta kepatuhan terhadap standar regulasi. 

“Indonesia memiliki potensi besar seperti keanekaragaman hayati, sumber daya mineral, serta SDM muda berbakat, namun masih menghadapi tantangan ketergantungan impor alat, minimnya hilirisasi riset, fragmentasi antar institusi, serta kurangnya kolaborasi dengan industri. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan alur riset yang terintegrasi dari kampus, laboratorium standar, hingga industri agar menghasilkan HKI,” kata Afrizal. 

Selain menghadirkan berbagai perusahaan teknologi laboratorium, pameran juga akan menghadirkan berbagai forum diskusi bagi para pemangku kepentingan industri, regulator, serta komunitas ilmiah untuk membahas arah perkembangan laboratorium di Indonesia. Di antaranya, yang akan mengangkat topik Green Laboratiry Mission Possible di sesi Lab Forum yang menghadirkan tim Labmania Indonesia Hokcu Suhanda. Selain itu, pameran juga menerapkan prinsip keberlanjutan dengan mengajak para disabilitas Netra untuk menyediakan layanan pijat, penyediaan dispenser air, serta pengolahan limbah partisi pascaacara untuk diolah di vendor penyedia jasa daur ulang. (X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya