Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

PMI Manufaktur Maret 2026 Melambat, Kadin Soroti Pelemahan Permintaan Global

Cahya Mulyana
01/4/2026 18:47
PMI Manufaktur Maret 2026 Melambat, Kadin Soroti Pelemahan Permintaan Global
Peti kemas.(dok.IPC)

WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2026 mencerminkan melemahnya permintaan, terutama dari pasar ekspor.

Berdasarkan data S&P Global, PMI manufaktur Indonesia tercatat turun menjadi 50,1 pada Maret 2026 dari sebelumnya 53,8.

“Penurunan PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2026 terutama dipicu oleh pelemahan permintaan, khususnya penurunan pesanan ekspor baru, di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/4).

Ia menambahkan, selain faktor permintaan, tekanan dari sisi biaya produksi juga turut memengaruhi kinerja industri manufaktur nasional.

Menurut dia, kenaikan harga energi serta gangguan rantai pasok menjadi faktor yang menekan aktivitas industri.

“Kombinasi demand shock dan cost pressure ini membuat laju ekspansi industri melambat signifikan, mendekati batas stagnasi di level 50,” katanya.

Terkait prospek ke depan, Saleh menilai PMI manufaktur masih berpotensi bertahan di zona ekspansi, meski dengan tingkat pertumbuhan yang tipis.

“Kami melihat PMI masih berpotensi bertahan di zona ekspansi tipis, namun sangat rentan terhadap tekanan eksternal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan pesanan ekspor dapat berdampak langsung pada sektor padat karya, antara lain melalui penurunan utilisasi kapasitas, tekanan margin, serta potensi penyesuaian tenaga kerja.

Oleh karena itu, lanjutnya, arah pergerakan PMI ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama.

“Di antaranya pemulihan permintaan global, stabilitas harga energi, serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga daya saing industri,” kata Saleh. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya