Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

RI-Jepang Teken 11 MoU, Perkuat Energi, Industri, hingga Teknologi

Insi Nantika Jelita
31/3/2026 11:07
RI-Jepang Teken 11 MoU, Perkuat Energi, Industri, hingga Teknologi
SEBANYAK 11 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Indonesia dan Jepang resmi diteken dalam forum Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum yang digelar di Tokyo, Jepang.(Dok. Kadin)

SEBANYAK 11 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Indonesia dan Jepang resmi diteken dalam forum Indonesia-Japan Strategic Partnership Forum yang digelar di Tokyo, Jepang. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis kedua negara, khususnya di sektor energi, industri, hingga teknologi.

Kesepakatan tersebut berlangsung di tengah momentum kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang. Dalam rangkaian kunjungan itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggelar forum bertema Indonesia-Japan Value Co-Creation: Building the Future of Energy, Industry, and Global Supply Chains di The Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3).

Forum ini diselenggarakan Kadin Indonesia bersama Japan External Trade Organization, Ministry of Economy, Trade and Industry, serta Japan Business Federation. Kegiatan ini juga didukung oleh KBRI Tokyo, Japan Chamber of Commerce and Industry, Japan Indonesia Association, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI.

Presiden Prabowo yang hadir langsung dalam forum tersebut menegaskan Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia. Ia menilai hubungan ekonomi kedua negara telah terjalin kuat selama puluhan tahun, dengan kontribusi signifikan dari perusahaan-perusahaan Jepang dalam berbagai sektor pembangunan nasional.

“Jepang secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Banyak di antara Anda telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan mengenal Indonesia dengan baik, mulai dari masyarakat, pasar, budaya, hingga potensinya,” ujar Presiden dalam keterangan resmi. 

Dalam pidatonya, Kepala Negara juga menekankan kehadirannya tidak hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi juga mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Ia menilai kerja sama erat menjadi kunci di tengah dunia yang semakin terhubung, serta dapat menciptakan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan tantangan ke depan menuntut langkah yang lebih progresif, terutama untuk mendorong Indonesia keluar dari jebakan middle income trap. Menurutnya, investasi dan inovasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan dan adaptasi dunia usaha di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian dunia. 

“Intinya bagaimana kita bisa bertahan dalam bisnis ini,” ujarnya.

Senada, Ketua Komite Bilateral Jepang Kadin Indonesia Muhammad Lutfi menekankan bahwa kemitraan Indonesia–Jepang harus terus diarahkan pada penguatan investasi dan kolaborasi konkret. Menurutnya, konsep value co-creation dapat mendorong pertumbuhan, inovasi, dan daya saing Indonesia melalui sinergi di sektor industri, energi, dan rantai pasok global.

Dalam kesempatan tersebut, turut diumumkan 11 MoU strategis di hadapan Presiden Prabowo, dengan cakupan sektor yang luas mulai dari energi, industri, keuangan, hingga teknologi. Total nilai perdagangan kedua negara saat ini tercatat mencapai sekitar 23,6 miliar dolar AS.

Adapun sejumlah kerja sama yang diteken antara lain mencakup kolaborasi antara JCCI dan Kadin Indonesia di bidang perdagangan dan investasi, kerja sama Inpex dengan PT Pertamina (Persero) dalam pengembangan Lapangan Gas Abadi Blok Masela; penguatan sektor hulu migas bersama PT Pertamina Hulu Energi, hingga pengembangan energi panas bumi bersama PT Supreme Energy Rajabasa.

Selain itu, terdapat pula kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor antara Hayashi Kinzoku dan PT Eblo Teknologi Indonesia Development; dukungan ekosistem emas nasional antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian; serta pembentukan dana leasing aviasi yang melibatkan SMBC Aviation Capital, Danantara, dan Mandiri Investment Management.

Kerja sama lainnya meliputi penguatan investasi antara Japan External Trade Organization (Jetro) dan Danantara Investment Management, produksi metanol berbasis pemanfaatan emisi karbon oleh PT Kaltim Methanol Industri dan PT Pupuk Kalimantan Timur, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Hululais melalui kemitraan dengan Japan International Cooperation Agency dan Pemerintah Indonesia. (Ins/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya