Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

SPSL Perkuat Budaya Inovasi Lewat Program SPRINT 2025

Heryadi
26/3/2026 21:13
SPSL Perkuat Budaya Inovasi Lewat Program SPRINT 2025
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) Djoko Nurhuda.(Dok.SPSL)

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi untuk mendukung kinerja berkelanjutan melalui ajang SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025. Program tahunan bertema “Ideas Built into Action” ini mencapai puncaknya melalui final pitching dan awarding pada 4 Maret 2026.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, mengatakan SPRINT menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menumbuhkan inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis, serta pengembangan layanan dan produk.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk,” ujar Retno.

Ia menambahkan, inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. “Setiap inovasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” katanya.

SPRINT 2025 mencatat partisipasi tinggi dari pekerja. Sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL beserta anak dan cucu perusahaan. Dari jumlah tersebut, 16 ide terbaik lolos ke tahap final untuk dinilai oleh jajaran direksi.

Kompetisi inovasi tahun ini dibagi dalam tiga kategori utama, yakni Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Dua kategori terakhir merupakan kategori baru yang diperkenalkan untuk mendorong inovasi yang lebih aplikatif dan berdampak langsung pada operasional.

Retno menjelaskan, kategori Innovation Ideation Operational difokuskan untuk menghasilkan ide yang mampu meningkatkan layanan operasional dan mendukung transformasi bisnis. Sementara kategori Innovation Implementation mendorong realisasi inovasi dalam bentuk perbaikan cepat (quick win) di unit kerja.

“SPRINT menjadi ruang bagi para pekerja untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap implementasi,” ujar Retno.

Manajemen SPSL juga melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap ide-ide terpilih agar dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh lini perusahaan. Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia sebagai penggerak utama transformasi dan pertumbuhan bisnis.

Pada rangkaian puncak kegiatan, SPSL turut menghadirkan sesi Sprint Talk dengan narasumber di bidang bisnis digital. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta terkait pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, dan pengembangan ekosistem digital dalam menghadapi persaingan usaha.

Ke depan, SPSL berharap program SPRINT dapat terus memperkuat budaya inovasi dan mendukung transformasi perusahaan menjadi lebih adaptif, kompetitif, serta berkelanjutan dalam pengelolaan layanan kepelabuhanan dan pengembangan kawasan terintegrasi. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya