Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) angkat bicara terkait keterlambatan sandar KMP Wira Qaila di Pelabuhan Bakauheni yang sempat viral di media sosial.
Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh faktor kapal, melainkan karena keterbatasan kapasitas dermaga di pelabuhan.
“Kapal beroperasi normal, tidak ada gangguan teknis. Keterlambatan terjadi karena belum tersedia slot sandar akibat antrean kapal yang sangat padat,” ujar Khoiri dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).
Menunggu Hingga 3,5 Jam di Perairan Berdasarkan laporan lapangan, KMP Wira Qaila berangkat dari Dermaga 5 Ciwandan pukul 05.05 WIB dan tiba di perairan Bakauheni pukul 06.30 WIB.
Namun, kapal harus menunggu antrean sandar hingga sekitar 3,5 jam, sebelum akhirnya bersandar di Dermaga 6 pada pukul 10.12 WIB, setelah beberapa kali perubahan arahan dari Vessel Traffic Service (VTS).
“Ini menunjukkan bahwa bottleneck terjadi di dermaga, bukan pada kapal. Kapal sudah siap bongkar muat sejak tiba,” tegas Khoiri.
Khoiri mengungkapkan, pada saat kejadian terdapat sekitar 45 kapal yang menuju Pelabuhan Bakauheni secara bersamaan. Rinciannya terdiri dari 31 kapal rute Merak-Bakauheni, 8 kapal rute Ciwandan-Bakauheni, dan 6 kapal dari BBJ.
“Seluruh kapal tersebut bertumpu pada kapasitas dermaga yang terbatas. Ini yang menyebabkan antrean panjang di perairan,” jelasnya.
Terkait video viral yang menunjukkan penumpang tertahan di dalam kapal, Khoiri menegaskan bahwa hal tersebut merupakan prosedur keselamatan.
“Kapal tidak menahan penumpang. Penumpang memang tidak bisa diturunkan sebelum kapal sandar secara aman,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, penumpang harus menunggu lebih lama di dalam kapal, sementara operator mengalami tekanan operasional yang meningkat.
GAPASDAP pun mendorong adanya pembenahan sistem secara menyeluruh, khususnya pada infrastruktur pelabuhan.
Khoiri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dermaga untuk mengantisipasi lonjakan trafik, terutama saat periode angkutan Lebaran.
“Masalahnya bukan jumlah kapal, tetapi kapasitas dan kualitas dermaga yang belum memadai. Selama ini belum ditingkatkan, antrean akan terus berulang setiap tahun,” ujarnya.
Selain itu, GAPASDAP juga mengusulkan kebijakan operasional yang lebih fleksibel, distribusi kapal berbasis kapasitas pelabuhan, serta penguatan komando di lapangan.
GAPASDAP juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak atas kejadian ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran,” tutur Khoiri.
Ke depan, GAPASDAP menyatakan siap mendukung pemerintah dalam melakukan pembenahan sistem penyeberangan nasional.
“Kami siap bersinergi untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (Ifa)
Kemenhub menerapkan delaying system dan menetapkan buffer zone di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Selain pembagian dermaga penyeberangan, pemerintah juga menyiapkan delaying system atau rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk memperlambat kendaraan yang akan masuk ke dalam pelabuhan.
Fadil mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan arus balik lebaran berjalan lancar.
Menhub Dudy Purwagandhi mengunjungi pelabuhan Bakauheni Lampung untuk memastikan kelancaran pelayanan angkutan barang dan kendaraan saat arus balik Lebaran 2025.
Peningkatan signifikan itu akan mulai terlihat pada H-5 Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved