Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

GAPASDAP: Keterlambatan KMP Wira Qaila di Pelabuhan Bakauheni akibat Keterbatasan Dermaga

Ihfa Firdausya
20/3/2026 19:50
GAPASDAP: Keterlambatan KMP Wira Qaila di Pelabuhan Bakauheni akibat Keterbatasan Dermaga
Pelabuhan Bakauheni(ANTARA FOTO/Ardiansyah)

GABUNGAN Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) angkat bicara terkait keterlambatan sandar KMP Wira Qaila di Pelabuhan Bakauheni yang sempat viral di media sosial.

Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh faktor kapal, melainkan karena keterbatasan kapasitas dermaga di pelabuhan.

“Kapal beroperasi normal, tidak ada gangguan teknis. Keterlambatan terjadi karena belum tersedia slot sandar akibat antrean kapal yang sangat padat,” ujar Khoiri dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

Menunggu Hingga 3,5 Jam di Perairan Berdasarkan laporan lapangan, KMP Wira Qaila berangkat dari Dermaga 5 Ciwandan pukul 05.05 WIB dan tiba di perairan Bakauheni pukul 06.30 WIB.

Namun, kapal harus menunggu antrean sandar hingga sekitar 3,5 jam, sebelum akhirnya bersandar di Dermaga 6 pada pukul 10.12 WIB, setelah beberapa kali perubahan arahan dari Vessel Traffic Service (VTS).

“Ini menunjukkan bahwa bottleneck terjadi di dermaga, bukan pada kapal. Kapal sudah siap bongkar muat sejak tiba,” tegas Khoiri.

Khoiri mengungkapkan, pada saat kejadian terdapat sekitar 45 kapal yang menuju Pelabuhan Bakauheni secara bersamaan. Rinciannya terdiri dari 31 kapal rute Merak-Bakauheni, 8 kapal rute Ciwandan-Bakauheni, dan 6 kapal dari BBJ.

“Seluruh kapal tersebut bertumpu pada kapasitas dermaga yang terbatas. Ini yang menyebabkan antrean panjang di perairan,” jelasnya.

Terkait video viral yang menunjukkan penumpang tertahan di dalam kapal, Khoiri menegaskan bahwa hal tersebut merupakan prosedur keselamatan.

“Kapal tidak menahan penumpang. Penumpang memang tidak bisa diturunkan sebelum kapal sandar secara aman,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, penumpang harus menunggu lebih lama di dalam kapal, sementara operator mengalami tekanan operasional yang meningkat.

GAPASDAP pun mendorong adanya pembenahan sistem secara menyeluruh, khususnya pada infrastruktur pelabuhan.

Khoiri menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dermaga untuk mengantisipasi lonjakan trafik, terutama saat periode angkutan Lebaran.

“Masalahnya bukan jumlah kapal, tetapi kapasitas dan kualitas dermaga yang belum memadai. Selama ini belum ditingkatkan, antrean akan terus berulang setiap tahun,” ujarnya.

Selain itu, GAPASDAP juga mengusulkan kebijakan operasional yang lebih fleksibel, distribusi kapal berbasis kapasitas pelabuhan, serta penguatan komando di lapangan.

GAPASDAP juga  menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak atas kejadian ini.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran,” tutur Khoiri.

Ke depan, GAPASDAP menyatakan siap mendukung pemerintah dalam melakukan pembenahan sistem penyeberangan nasional.

“Kami siap bersinergi untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (Ifa)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik