Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Komunikasi Korporasi PT Pelni, Nadya Nathasya Zahra, menyampaikan masa peak season angkutan Lebaran 2026 berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Menurut Nadya, proyeksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi.
“Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, Pelni mengoperasikan 55 armada yang terdiri dari 30 kapal perintis dan 25 kapal penumpang. Dari seluruh armada tersebut, total kapasitas mencapai 56.069 seat termasuk dispensasi kapal, dengan total ketersediaan tiket selama periode Lebaran 2026 sebanyak 751.550 tiket,” kata Nadya saat ditemui di KM Dobonsolo dari Pelabuhan Makassar saat menuju Pelabuhan Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2).
Dari sisi keselamatan, Pelni memastikan ketersediaan alat keselamatan melebihi ketentuan internasional. Jika aturan internasional mensyaratkan minimal 125% dari kapasitas penumpang, Pelni menyediakan alat keselamatan hingga 144% dari kapasitas penumpang.
Secara rinci, untuk kapal penumpang tersedia 61.191 alat keselamatan, sedangkan untuk kapal perintis sebanyak 19.438 alat keselamatan. Adapun dispensasi kapasitas pada 2026 ditetapkan sebesar 39%.
Terkait pergerakan penumpang, Pelni memproyeksikan lima pelabuhan terpadat untuk keberangkatan yakni Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Ambon, dan Pelabuhan Baubau.
Sementara untuk pelabuhan terpadat kedatangan diproyeksikan terjadi di Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Balikpapan, dan Pelabuhan Ambon.
Adapun lima ruas terpadat selama momen Lebaran adalah Belawan–Batam, Batam–Belawan, Balikpapan–Surabaya, Kumai–Semarang, dan Makassar–Surabaya. Untuk mengantisipasi kepadatan di lintasan Belawan–Batam, Pelni menugaskan KM Kelud untuk melakukan pelayaran bolak-balik sebagai “setrika” guna mengurai lonjakan penumpang.
“Kami sudah memetakan titik-titik kepadatan dan menyiapkan strategi operasional agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama angkutan Lebaran,” pungkas Nadya. (Fal/I-1)
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) Cabang Makassar memastikan kesiapan layanan Angkutan Lebaran 2026 dengan mengoperasikan 14 kapal.
Lonjakan Nataru adalah momentum krusial untuk memastikan standar pelayanan minimum terpenuhi
Pelni akan membantu pendistribusian bantuan barang untuk korban bencana di Sumatra dengan membebaskan biaya pengiriman muatan yang ditujukan untuk korban bencana di Sumatra.
Berdasarkan perhitungan dari anggaran yang disediakan oleh pemerintah, stimulus diskon ini menargetkan 405.881 penumpang selama periode Nataru mendatang.
Kapal Pelni KM Sangiang menjadi penyelamat warga Banda, Maluku, yang bergantung pada transportasi laut untuk kebutuhan hidup dan layanan kesehatan di kepulauan timur Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved