Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAN THR ASN 2026 cair menjadi pertanyaan yang paling dinanti oleh jutaan aparatur sipil negara di seluruh Indonesia. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, pemerintah telah memberikan kepastian terkait alokasi anggaran dan jadwal penyaluran tunjangan tahunan ini. Berdasarkan informasi terbaru, ada perubahan pola pencairan yang diprediksi akan menguntungkan para pegawai negeri tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa pemerintah menargetkan penyaluran THR ASN 2026 dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya THR cair pada H-10 Idul Fitri, tahun ini pemerintah menargetkan pencairan sudah dimulai sejak minggu pertama Ramadan.
Mengingat awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026, maka simulasi jadwal pencairan THR ASN 2026 adalah sebagai berikut:
Kebijakan pencairan lebih awal ini bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi bagi sektor ritel dan UMKM sejak awal bulan puasa, sehingga konsumsi domestik tetap terjaga stabil.
Penyaluran THR tahun ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 yang telah ditandatangani oleh Presiden. Dalam APBN 2026, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Mata Uang Rupiah 55 triliun. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,22% dibandingkan anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp49,9 triliun.
Sesuai dengan kebijakan fiskal terbaru, pemerintah memastikan bahwa THR 2026 akan dibayarkan secara penuh. Berikut adalah rincian komponen yang akan diterima oleh ASN Pusat, TNI, dan Polri:
Bagi ASN di daerah, besaran tambahan penghasilan atau Tukin akan menyesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah, namun tetap mengacu pada ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Berdasarkan struktur gaji terbaru tahun 2026, berikut adalah estimasi total THR yang diterima (gabungan gaji pokok dan tunjangan melekat, belum termasuk Tukin):
| Golongan ASN | Estimasi Besaran |
|---|---|
| Golongan I | Rp2,2 Juta - 2,8 Juta |
| Golongan II | Rp3,0 Juta - 4,0 Juta |
| Golongan III | Rp3,8 Juta - 5,4 Juta |
| Golongan IV | Rp 5,8 Juta - 7,8 Juta |
Ya, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berhak mendapatkan THR dengan komponen yang setara dengan PNS, sesuai dengan masa kerja dan golongan mereka.
Pensiunan tetap mendapatkan THR yang besarannya meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan. Pencairannya biasanya dilakukan serentak melalui PT Taspen atau PT Asabri.
Pajak Penghasilan (PPh) atas THR ditanggung oleh pemerintah, sehingga nominal yang masuk ke rekening ASN adalah nilai bersih tanpa potongan pajak tambahan.
Pencairan THR ASN 2026 diprediksi akan menjadi salah satu yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir dengan target penyaluran pada awal Ramadan (akhir Februari 2026). Dengan komponen Tukin yang cair 100%, diharapkan para abdi negara dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan untuk kebutuhan Idul Fitri dan masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved