Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil), platform Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), mencatatkan kinerja bisnis yang positif di awal 2026.
Hingga Januari 2026, total akumulasi penyaluran dana Cicil tercatat mencapai lebih dari Rp3,36 triliun. Perusahaan pinjaman daring (pindar) itu berhasil membukukan pertumbuhan pada total penyaluran pendanaan, seiring dengan konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio.
Sebagai informasi, selama tahun 2025, Cicil mencatatkan penyaluran pendanaan lebih dari Rp1,9 triliun, meningkat sebesar 111,48% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan penyaluran pendanaan tetap diiringi dengan pengelolaan risiko yang prudent, tercermin dari tingkat keberhasilan pengembalian (TKB90) Cicil yang konsisten terjaga di atas 95%.
Direktur Cicil Oki Surya menyampaikan, pertumbuhan penyaluran dana dan outstanding ini menjadi indikator positif yang mengedepankan kualitas.
"Kami memastikan setiap pertumbuhan tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan portofolio yang ketat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Saat ini Cicil memiliki total lebih dari 1.000 pemberi dana dan lebih dari 62.000 penerima dana dengan tetap memprioritaskan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan sektor riil lainnya.
“Kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan pengguna,” tutup Oki.
PT Cicil Solusi Mitra Teknologi mulai beroperasi sejak 2016 melalui pemberian akses pendanaan kebutuhan pendidikan yang terjangkau. Kemudian pada 2023, Cicil mulai bertransformasi dan berfokus pada pendanaan produktif berupa pembiayaan rantai pasok dan pembiayaan ekosistem.
Saat ini, Cicil telah menjangkau lebih dari 60 ribu Penerima Dana dan lebih dari 1.000 Pemberi Dana dengan total pendanaan lebih dari Rp3 triliun. (E-4)
KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memeriksa adanya dugaan kartel perusahaan pinjaman daring (peer to peer lending) dalam penetapan bunga.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
SPinjam menghadirkan kampanye khusus untuk pengajuan pinjaman pertama berjudul “Jelas Tanpa Jebakan” yang berlangsung pada 12 Januari hingga 12 Februari 2026.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
SURVEI Segara Research Institute menunjukkan mayoritas peminjam di Indonesia lebih mengutamakan kecepatan pencairan dana dibandingkan besaran suku bunga dalam memilih sumber pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved