Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Genjot Produksi Jagung Jateng Lewat Benih Hibrida

Rahmatul Fajri
23/1/2026 20:56
Genjot Produksi Jagung Jateng Lewat Benih Hibrida
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BAYER Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan benih jagung hibrida dan pendampingan teknis bagi petani. Langkah ini dilakukan di Jawa Tengah, wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia, guna mendukung misi swasembada pangan yang tertuang dalam program Asta Cita pemerintah.

Sebagai wujud nyata, Bayer bersama sekitar 800 petani melakukan panen raya jagung varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” di Kabupaten Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026).

Hasil panen di dua wilayah strategis ini menunjukkan capaian signifikan. Produktivitas petani dilaporkan meningkat sebesar 15 persen dengan kenaikan pendapatan mencapai 20 persen per musim tanam. Total produksi mencapai 6–7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare.

Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, Mateus Barros, menjelaskan bahwa akses terhadap teknologi benih yang andal menjadi jantung dari upaya peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

"Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan," ujar Mateus melalui keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Dua varietas yang dipanen memiliki spesifikasi khusus untuk agroekologi yang berbeda. Varietas DK19C "Cantik" dikenal dengan stabilitas hasil panen di lahan umum, sementara DK79C "Kuat" dirancang khusus untuk menghadapi tantangan lahan kering dan wilayah berbukit dengan masa panen lebih singkat, yakni 100 hari.

Pendampingan Ekosistem Pertanian

Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa benih berkualitas harus dibarengi dengan pendampingan teknis yang konsisten. Bayer menjalankan program Better Life Farming serta pusat riset Bayer JUARA di Klaten untuk memastikan petani mendapatkan informasi budidaya terbaik.

"Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih. Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik," kata Yuchen.

Penerapan teknologi digital juga dilakukan melalui platform TANIA (Teman Petani Indonesia) serta komunitas SOBAT Bayer yang memungkinkan ribuan petani berdiskusi langsung mengenai kendala hama dan pemupukan.

Sementara itu, petani asal Kendal Zakaria mengaku hasil panennya kini jauh lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan dari Bayer.

"Saya bisa melihat perbedaannya langsung, dari cara tanam hingga pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten," ungkapnya.

Berdasarkan data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton. Jawa Tengah berkontribusi besar dengan pasokan sekitar 3,18 juta ton. Keberhasilan program di Grobogan dan Kendal ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan jagung untuk industri pangan dan pakan ternak nasional di tengah tantangan perubahan iklim.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya