Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Saham SDA Rontok: UNTR, ITMG, dan PTBA Kompak ke Zona Merah, Ini Penyebabnya!

 Gana Buana
21/1/2026 19:04
Saham SDA Rontok: UNTR, ITMG, dan PTBA Kompak ke Zona Merah, Ini Penyebabnya!
UNTR turun ke level Rp27.200.(MI/Susanto)

LANTAI bursa hari ini, Rabu (21/1), diwarnai aksi jual masif pada sektor Sumber Daya Alam (SDA) dan energi. Berdasarkan pantauan pasar terbaru, indeks sektoral energi mengalami tekanan setelah beberapa emiten kelas berat (heavyweight) seperti UNTR, ITMG, hingga PTBA kompak mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam.

Badai Koreksi Hantam Emiten Tambang dan Alat Berat

Penurunan dipimpin oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) yang terkoreksi sekitar 14,93% ke level Rp27.200. Selain faktor volatilitas pasar, UNTR disinyalir mulai memasuki fase jenuh beli pasca-pembagian dividen, yang sering kali memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor besar.

Kondisi serupa merembet ke emiten batubara murni. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terpantau ikut terseret ke zona merah. Pelemahan ini sejalan dengan fluktuasi harga batubara acuan di pasar global (Newcastle) yang masih mencari titik keseimbangan baru di tengah melimpahnya pasokan dari China dan India.

Daftar Pergerakan Saham SDA Hari Ini

Ticker Nama Emiten Harga Terakhir (IDR) Pergerakan Sentimen Utama
UNTR United Tractors Tbk 27.200 ▼ 14,93% Tekanan pasca-dividen & volatilitas sektor industri.
ITMG Indo Tambangraya Megah 22.300 ▼ 0,45% Koreksi harga batubara global & penurunan laba bersih.
PTBA Bukit Asam Tbk 2.480 ↔ Sideways Menahan tekanan jual
ADRO Alamtri Resources Indonesia 2.260 ↔ Sideways Menahan tekanan jual, fluktuasi negatif di sesi I.
HRUM Harum Energy Tbk 1.185 ▼ 0,80% Sentimen negatif harga nikel & batubara.

Analisis: Mengapa Saham SDA "Rontok" Berjamaah?

Analis pasar modal melihat ada tiga faktor utama yang menekan sektor SDA hari ini:

  • Efek Dividend Trap: Beberapa emiten besar seperti UNTR dan ITMG baru saja melewati periode pembagian dividen. Secara historis, harga saham cenderung terkoreksi setelah hak dividen terpenuhi.
  • Oversupply Batubara: Laporan mengenai peningkatan produksi batubara di China hingga mencapai rekor baru menekan harga komoditas global, yang secara langsung memukul margin keuntungan emiten eksportir Indonesia.
  • Transisi Energi: Sentimen jangka panjang mengenai percepatan energi bersih (EBT) mulai membuat investor institusi lebih selektif dan cenderung mengurangi kepemilikan pada saham berbasis fosil yang tidak memiliki rencana hilirisasi yang kuat.

Rekomendasi: Bagi investor jangka pendek, disarankan untuk Wait and See hingga harga mencapai level support kuat. Pantau terus pergerakan indeks sektoral energi melalui screener IDX untuk mengidentifikasi potensi rebound teknikal. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya