Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemerintah Bentuk Satgas Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana

Naufal Zuhdi
21/1/2026 03:05
Pemerintah Bentuk Satgas Rehabilitasi Lahan Pertanian Terdampak Bencana
Sebagai langkah penanganan lahan pertanian yang terdampak bencana, pemerintah telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatra.(MI/Naufal Zuhdi)

PEMERINTAH memastikan produksi dan cadangan pangan nasional tetap terjaga meski sebagian lahan pertanian di Sumatra terdampak bencana. Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Sugeng Santoso menyebut, koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan untuk menangani dampak tersebut.

"Jadi kita sudah koordinasi juga dengan teman-teman di Kementan, dengan teman-teman di K/L terkait, itu memang ada sekitar 102 ribu hektare lahan pertanian kita yang terdampak," ujar Sugeng.

Dari total lahan terdampak bencana tersebut, sebagian besar mengalami kerusakan berat. "Gradasinya macam-macam. Dari 102 ribu hektare itu, lahan yang rusak parah sekitar 98 ribu hektare, yang lainnya rusak ringan," katanya.

Sebagai langkah penanganan lahan pertanian yang terdampak bencana, Sugeng menyatakan kini pemerintah telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatra.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pemerintah tetap optimistis target penyerapan beras di 2026 sebesar 4 juta ton bisa tercapai.

"Sehingga kita targetkan penyerapan kita 4 juta ton dengan sisa stok 3,2 (juta ton) maka ada 7,2 sampai 7,3 juta ton stok cadangan beras pemerintah yang akan dikelola oleh Perum Bulog," ujarnya.

Di samping itu, Sugeng menuturkan pemerintah juga tengah berfokus untuk menyerap jagung untuk pakan hingga 1 juta ton pada tahun ini.

"Jadi ada jagung nanti untuk pakan, kita juga ada target penyerapan 1 juta ton, kita tetapkan di rakortas terakhir kemarin," beber Sugeng.

Swasembada bawang putih
Selain itu, Sugeng menyebut, hingga saat ini pemenuhan komoditas bawang putih untuk dalam negeri masih mengandalkan impor dari Tiongkok hingga 95%. Maka dari itu, pemerintah menargetkan akan swasembada bawang putih pada 2029 mendatang.

"Kita sekarang sedang buat roadmap dengan teman-teman di Kementan untuk tahun 2029 kita bisa swasembada bawang putih. Karena benihnya juga sedang kita siapkan dengan 3 sentra, ada di Humbang Hasundutan (Sumatra Utara), kemudian di Jawa Tengah, dan di Sembalun (NTB)," pungkasnya. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya