Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Utang Luar Negeri Indonesia November 2025 Turun Jadi US$423,8 Miliar, Rasio ke PDB Membaik

Media Indonesia
15/1/2026 13:40
Utang Luar Negeri Indonesia November 2025 Turun Jadi US$423,8 Miliar, Rasio ke PDB Membaik
Ilustrasi(Antara)

BANK Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mengalami penurunan menjadi US$423,8 miliar. Seiring dengan penurunan tersebut, rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga membaik ke level 29,35%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 yang mencapai US$424,9 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB sebesar 29,4%. BI juga mengungkapkan bahwa komposisi utang luar negeri Indonesia pada November 2025 masih didominasi oleh utang jangka panjang, dengan porsi mencapai 86,1% dari total ULN.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/1).

Untuk memastikan struktur utang luar negeri tetap terjaga, Ramdan menjelaskan bahwa Bank Indonesia bersama Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau dinamika ULN. Optimalisasi peran utang luar negeri juga diarahkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap mengendalikan berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.

Secara tahunan, utang luar negeri Indonesia pada November 2025 tumbuh 0,2% (year on year/yoy), melambat dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 0,5% (yoy). Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik.

BI mencatat posisi utang luar negeri pemerintah pada November 2025 sebesar US$209,8 miliar, menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat US$210,5 miliar. Dari sisi tahunan, pertumbuhan ULN pemerintah juga melambat dari 4,7% (yoy) pada Oktober menjadi 3,3% (yoy) pada November 2025.

"Perkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan surat berharga negara seiring dengan tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Ramdan.

Sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang luar negeri pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya terus difokuskan untuk mendukung pembiayaan program prioritas, menjaga kesinambungan fiskal, serta memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, utang luar negeri pemerintah digunakan antara lain untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,2%), administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,7%), jasa pendidikan (16,4%), konstruksi (11,7%), serta transportasi dan pergudangan (8,6%). Hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, dengan porsi mencapai 99,99%.

Sementara itu, utang luar negeri swasta juga menunjukkan tren penurunan, dari US$191,7 miliar pada Oktober 2025 menjadi US$191,2 miliar pada November 2025. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai 1,5% (yoy).

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meredanya kontraksi utang luar negeri perusahaan nonlembaga keuangan, yang tercatat sebesar 0,4% (yoy). Dari sisi sektor, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan kontribusi gabungan mencapai 80,5% dari total utang luar negeri swasta. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya