Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM sektor emas kembali menjadi perhatian investor seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), sehingga emiten yang bergerak di bidang pertambangan emas dan turunannya kerap diburu saat volatilitas pasar meningkat.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat sejumlah saham emas yang dinilai layak masuk watchlist investor, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut daftarnya.
ANTM merupakan emiten emas paling populer di Indonesia. Perusahaan ini memiliki lini bisnis pertambangan dan pengolahan logam mulia, termasuk emas batangan. Kinerja ANTM sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia serta permintaan domestik.
MDKA fokus pada pertambangan emas dan tembaga dengan proyek utama di Tujuh Bukit, Jawa Timur. Emiten ini dikenal agresif dalam ekspansi dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
AMMN merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia dengan produksi emas dan tembaga berskala global. Saham ini banyak dilirik investor institusi karena fundamental dan cadangan mineralnya yang besar.
BRMS memiliki portofolio tambang emas yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Saham ini juga mendapat perhatian karena masuk dalam indeks global sektor gold miners, sehingga berpotensi menarik aliran dana asing.
PSAB mengelola beberapa tambang emas aktif. Kinerja saham ini sangat dipengaruhi oleh efektivitas operasional dan perbaikan struktur keuangan perusahaan.
ARCI merupakan perusahaan pertambangan emas yang memiliki operasi produksi aktif dan berorientasi pada efisiensi biaya. Emiten ini menjadi alternatif bagi investor yang ingin diversifikasi di sektor emas.
Saham dengan Eksposur Emas Tidak Langsung
Selain emiten yang fokus pada emas, terdapat beberapa perusahaan yang memiliki eksposur emas sebagai bagian dari lini bisnisnya:
UNTR dikenal sebagai perusahaan alat berat, namun juga memiliki investasi di sektor pertambangan emas melalui entitas anak usaha.
Meski bergerak di sektor energi, MEDC memiliki keterlibatan dalam proyek tambang emas, sehingga tetap mendapat manfaat dari kenaikan harga emas.
Investor disarankan memperhatikan beberapa faktor utama sebelum berinvestasi di saham emas:
Saham emas umumnya bergerak sejalan, meski tidak selalu simultan, dengan harga emas global.
Saham sektor emas tetap menjadi pilihan menarik sebagai instrumen defensif di tengah ketidakpastian ekonomi. Emiten seperti ANTM, MDKA, AMMN, BRMS, PSAB, dan ARCI layak menjadi watchlist utama investor, sementara UNTR dan MEDC dapat menjadi opsi diversifikasi dengan eksposur emas tidak langsung.
Dengan manajemen risiko yang tepat dan pemantauan rutin terhadap harga emas dunia, saham emas berpotensi memberikan perlindungan sekaligus peluang pertumbuhan bagi portofolio investasi. (Ajaib/Stockbit Snips/Z-10)
IHSG diprediksi menguat ke level 8.884 seiring pasar mengabaikan tensi AS-Venezuela. Simak faktor pendorong dari insentif PPN DTP hingga harga emas.
IHSG hari ini, Selasa (6/1/2026) kembali dibuka mencetak rekor All Time High (ATH) baru di level 8.887. Simak prediksi analis dan rekomendasi saham unggulan di tengah sentimen global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved