Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tarik Investor Hulu Migas, ESDM Siapkan Lelang 8 Blok

Insi Nantika Jelita
21/12/2025 13:12
Tarik Investor Hulu Migas, ESDM Siapkan Lelang 8 Blok
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman (tengah)(MI/Insi Nantika Jelita)

SEBAGAI upaya menarik investor sekaligus menggerakkan aktivitas eksplorasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.

Pelelangan tahap ketiga ini merupakan bagian dari rangkaian penawaran 75 blok migas yang telah disiapkan pemerintah. Sepanjang 2025, Kementerian ESDM tercatat telah dua kali mengumumkan lelang blok migas kepada investor.

“Jadi, 75 blok tersebut sudah kita tawarkan. Insya Allah minggu depan masih ada delapan blok lagi yang akan kita lelang," ujar Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Temu Media Sektor ESDM di Jakarta, Jumat (19/12) malam.

Menurut Laode, puluhan blok migas yang ditawarkan itu diproyeksikan menjadi cadangan masa depan ketika produksi dari lapangan-lapangan eksisting mulai mengalami penurunan, baik dari sisi minyak maupun gas.

Adapun sebagian besar blok migas yang dilelang berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur. “Umumnya di Indonesia Tengah dan Timur. Salah satunya ada di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra),” kata Laode.

Ia menjelaskan, peserta lelang umumnya berasal dari perusahaan yang sebelumnya telah melakukan joint study atau studi bersama. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai memiliki keunggulan karena telah mengantongi data yang lebih lengkap mengenai potensi wilayah kerja yang ditawarkan.

Laode juga mengungkapkan ketertarikan perusahaan migas global untuk kembali menggarap sektor hulu migas Indonesia. Salah satunya perusahaan raksasa global energi, Shell yang mengajukan proposal joint study di lima wilayah kerja migas bersama KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company).

"Nanti secara lengkapnya kita akan umumkan. Pelaku-pelaku dari luar, sejak iklim investasi kita hidupkan kembali, banyak yang ingin balik," katanya. 

Menurut Laode, minat investor asing meningkat seiring perbaikan iklim investasi, termasuk penerapan skema Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) baik model gross split maupun cost recovery yang kini disertai berbagai insentif fiskal. Kebijakan tersebut dinilai mampu menarik kembali pelaku migas global yang sebelumnya sempat hengkang.

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan migas internasional yang saat ini aktif atau menunjukkan minat di Indonesia antara lain ENI dari Italia, Petronas, PetroChina, serta Mubadala Energy dari Uni Emirat Arab.

"Jadi, banyak lah negara-negara dari luar yang ingin berinvestasi di Indonesia," imbuhnya. 

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muhammad Kemal mengungkapkan, investasi eksplorasi migas Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. 

Pada 2024, nilai investasi eksplorasi tercatat sebesar US$989 juta atau setara sekitar Rp16,56 triliun (asumsi kurs Rp16.749). Sementara pada 2025, investasi eksplorasi diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$1,2 miliar atau setara Rp20,10 triliun.

"Angka ini naik sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya di Jakarta, Senin (15/12).

Peningkatan investasi tersebut turut mendorong capaian sumber daya migas nasional. Sepanjang tahun lalu, tambahan sumber daya atau contingent resources mencapai 1,1 miliar barel setara minyak. Angka ini dinilai signifikan mengingat total temuan sumber daya global hanya sekitar 5 miliar barel setara minyak, sehingga kontribusi Indonesia hampir mencapai 20%

Kemal menambahkan, meskipun sebagian temuan berasal dari aktivitas eksplorasi beberapa tahun sebelumnya yang baru terkonfirmasi saat ini, capaian tersebut menegaskan posisi Indonesia yang kompetitif di tingkat global. Untuk 2026, SKK Migas menargetkan eksplorasi skala besar dengan nilai pre-drill investment mencapai US$2,6 miliar atau Rp43,55 triliun.

Dari sisi aktivitas pengeboran, jumlah sumur yang dibor juga meningkat signifikan, dari 240 sumur pada 2020 menjadi 940 sumur pada 2025. Sementara dari sisi proyek, sebanyak 16 proyek berhasil diselesaikan tahun ini, melampaui target awal sebanyak 15 proyek.

“Percepatan ini berdampak positif terhadap kinerja produksi nasional,” ujar Kemal.

Ia menegaskan, industri migas nasional saat ini berada dalam kondisi dinamis dan penuh tantangan akibat fluktuasi global maupun nasional. Meski demikian, peluang pengembangan migas tetap terbuka lebar melalui berbagai terobosan kebijakan, deregulasi, dan pemberian insentif untuk mengoptimalkan potensi migas Indonesia. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik