Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pelaporan Keberlanjutan Perlu Didukung Akuntan Berintegritas dan Beretika

Iis Zatnika
17/12/2025 16:36

Pelaporan keberlanjutan atau sustainability report berkualitas tinggi akan mendukung pertumbuhan organisasi dan perekonomian nasional. Kegiatan penyusunan laporan ini sendiri melibatkan para akuntan dan profesional yang memiliki kualifikasi dengan wawasan bisnis berkelanjutan, kompetensi teknis, dan penilaian etis. 

Demikian diungkapkan Direktur Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) Asia Pasifik Pulkit Abrol dalam Konferensi Ikatan Akuntan Indonesia  (IAI) di Jakarta, Rabu (3/12). 

IAI, kata Abrol, memiliki posisi strategis sebagai pengawal implementasi kode etik, menetapkan standar pelaporan keuangan, serta pengembangan kegiatan pengungkapan keberlanjutan di Indonesia. 

"Profesi akuntan juga berperan mendorong masa depan berkelanjutan dan inklusif. IAI adalah lembaga yang bertanggung jawab mengembangkan akuntan bersertifikat juga kualifikasi akuntan bersertifikasi, termasuk di bidang perlaboran keuangan berkelanjutan."

Isu tentang pelaporan keberlanjutan dan transparansi ESG menjadi fokus utama kolaborasi ACCA dan IAI. Topik-topik itu diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Untuk itu, dibutuhkan profesi akuntansi yang kuat, beretika, dan berorientasi ke depan. Kompetensi ini sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan."

ACCA dan IAI menjadi anggota International Federation of Accountants (IFAC). Abrol menekankan, IFAC mensyaratkan setiap anggotanya memiliki integritas, transparansi, berpihak pada kepentingan publik, dan menguatkan prinsip berkelanjutan. 

Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin menyatakan tengah memfasilitasi pemegang gelar Chartered Accountant (CA) Indonesia untuk memenuhi persyaratan keanggotaan ACCA. 

Masih terkait dengan isu keberlanjutan, di tingkat global, IAI dan ACCA juga mendorong integrasi dan sentralitas para akuntan di ASEAN untuk melakukan penyelarasan progresif dengan kerangka International Sustainability Standards Board (ISSB). Agenda lainnya terkait ASEAN, mendorong pemanfaatan lebih luas ASEAN Mutual Recognition Agreement Framework on Accountancy Services.

ACCA sebagai badan profesi akuntansi global kini beranggotakan lebih dari 257.900 anggota dan 530.100 calon anggota di 180 negara. Sementara IAI mewakili seluruh akuntan di Indonesia, telah menerbitkan Kode Etik Akuntan Profesional Indonesia, serta menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK). (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik