Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pemangku kepentingan berkumpul di Jakarta membahas strategi meningkatkan standar kesejahteraan hewan dan mendorong percepatan transisi menuju sistem produksi telur bebas sangkar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Acara itu sekaligus menandai peluncuran laporan Telur Bebas Sangkar: Transisi Global Menuju Model Bisnis Lebih Etis dan Resilien, yang dikembangkan Program Kesejahteraan Hewan dan Penelitian Hewan Sinergia Animal International.
Laporan ini mengkaji model bisnis berkelanjutan untuk pelaku usaha sektor pangan dan industri telur terkait kebutuhan untuk beralih menggunakan telur bebas sangkar, serta menyoroti manfaat bagi bisnis dan kesejahteraan ayam.
Kepala Tim Pelaksana Kesejahteraan Hewan Kementerian Pertanian Septa Walyani mengatakan perlunya pendekatan terpadu pada kesejahteraan hewan. Ia menekankan pentingnya konsep One Health, yang menunjukkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait dan harus ditingkatkan bersama guna membangun sistem pangan yang etis, aman, dan berkelanjutan.
Fernanda Vieira, salah satu penulis laporan dan Direktur Program Kesejahteraan dan Penelitian Hewan Sinergia Animal International, menyatakan sebagian besar ayam petelur di seluruh dunia, termasuk di negara-negara Selatan Global, dipelihara dalam kandang sangkar. Sistem produksi telur yang intensif ini membuat ayam hidup pada sangkar sempit.
”Riset ilmiah menunjukkan transisi ke sistem bebas sangkar bisa mencegah lebih dari 7.000 jam penderitaan untuk setiap ayam yang dipelihara dengan sistem bebas sangkar dibandingkan dengan kandang sempit konvensional,” ujar Fernanda.
Acara tersebut dihadiri 33 partisipan dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Termasuk pula, akademisi, perwakilan pemerintah, dan sejumlah yayasan nirlaba.
Global Program Director Humane Farm Animal Care (HFAC), badan sertifikasi internasional, Luiz Mazzon menjelaskan sertifikasi berperan penting dalam transisi menuju peternakan bebas sangkar. Namun, menurutnya, sertifikasi saja tidak cukup.
Produsen, jelas dia, harus berkomitmen pada perbaikan manajemen peternakan berkelanjutan dan mendedikasikan waktu untuk mengedukasi konsumen serta pemangku kepentingan lain dalam ekosistem.
HFAC, katanya, memiliki metode untuk menilai dan memantau kesesuaian kesejahteraan hewan dan ketertelusuran, selain dari logo Certified Humane® yang merupakan alat komunikasi yang kuat.
”HFAC hadir untuk mengelola proses transisi secara terukur, memastikan bisnis bisa berhasil mengadopsi model yang etis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain diskusi, acara ini menampilkan kisah sukses perusahaan pengguna telur bebas sangkar dalam jumlah besar, Novotel Cikini. Perusahaan yang menargetkan 100% bebas sangkar pada 2026 ini memberikan testimoni tentang implementasi dan dampak positifnya, membuktikan kesejahteraan hewan adalah investasi yang krusial untuk komitmen keberlanjutan.
Direktur Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan dari Animal Friends Jogja Elly Mangunsong menambahkan masa depan bebas sangkar akan mungkin terwujud dengan kolaborasi kuat di antara semua pemangku kepentingan.
"Cepat atau lambat, penggunaan sangkar pasti akan berakhir. Dengan komitmen dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat memastikan masa depan yang lebih adil bagi hewan lebih aman bagi semua," jelasnya.(H-2)
Prof Tjandra Yoga menekankan pentingnya implementasi konsep One Health, yaitu pendekatan terpadu yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa resistensi antimikroba merupakan tantangan serius yang perlu ditangani dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan antibiotik
LEBIH dari 60% penyakit menular yang muncul pada manusia bersifat genetik yang berasal dari hewan dan menular ke manusia, sehingga sangat membutuhkan konsep One Health.
SAYA mengikuti Global Health Security Conference (Konferensi Ketahanan Kesehatan Global) di Sydney, Australia, 18 sampai 21 Juni 2024
PENANGANAN masalah rabies di daerah dilakukan secara tim kolaboratif lintas sektor (pendekatan One Health), tidak dapat hanya oleh satu sektor saja.
Pemberdayaan tim melalui DNA 5C dan budaya kerja fleksibel Work-From-Anywhere adalah kunci meraih berbagai capaian besar.
Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) baru jadi katalis pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berbasis mutu di Indonesia.
Indonesia terus memperkuat daya saing produk hasil hutan di pasar internasional melalui harmonisasi kebijakan dan penerapan sertifikasi berstandar global.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di sektor lingkungan hidup, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Praktisi Lingkungan Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi.
Brantas Abipraya secara resmi melaksanakan program Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) dan Sertifikasi K3 bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pembangunan tanggul NCICD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved