Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ramadan 2026 Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Muhammad Ghifari A
10/12/2025 15:36
Ramadan 2026 Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Country head & Board of directors Marketing & Media Alliance (MMA) Indonesia,Shati Tolani.(MI/Muhammad Ghifari A)

COUNTRY head & Board of directors Marketing & Media Alliance (MMA) Indonesia, Shati Tolani, menekankan pentingnya bulan Ramadhan 2026 menjadi pendorong utama industri

“Tahun 2026 akan sangat menjanjikan, terutama selama Ramadan. Kami mengamati lonjakan aktivitas digital sebesar 230% saat sahur. Ini kini menjadi waktu utama baru antara pukul 3 hingga 5 pagi, dengan 75 juta masyarakat Indonesia online pada jam tersebut,” ungkap Shanti Tolani di Emtek Tower (10/12).

Perayaan ini diprediksi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan,  didorong dengan tren digital yang semakin kuat. 

Temuan MMA menunjukkan bahwa sekitar 60% pedagang melaporkan pertumbuhan signifikan dalam penjualan online selama Ramadan, memperkuat pergeseran pola belanja konsumen ke platform digital di periode tersebut.

Strategi Pembagian Anggaran

Berdasarkan hasil tersebut, MMA merekomendasikan pembagian anggaran pemasaran yang strategis bagi merek:

  • Pra-Ramadan: 25% dari anggaran.
  • Puncak Ramadan: 60% dari anggaran (untuk mendukung tingginya aktivitas digital).
  • Pasca-Ramadan: 15% dari anggaran yang tersisa.

Lebih lanjut, Shanti Tolani menekankan pentingnya evaluasi setelah Ramadan. Ia mendorong merek untuk tidak menganggap kampanye selesai setelah Lebaran, tetapi sebaliknya untuk menganalisis ide dan kreativitas yang efektif demi membangun loyalitas dan nilai jangka panjang bersama konsumen sepanjang tahun.

Sementara itu, Rohid Dadwal, CEO MMA APAC, menegaskan bahwa perubahan nama menjadi Marketing and Media Alliance memperkuat komitmen organisasi untuk kolaborasi antar sektor yang melibatkan merek, agensi, telco, media, dan penerbit.

"Kunci untuk mengembangkan sektor ini adalah pada kerjasama. Merekomendasikan untuk mempertimbangkan nilai yang berkelanjutan, interaksi, dan kesetiaan pelanggan, bukan hanya mengejar keuntungan jangka pendek," tutup Rohid. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik