Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pertumbuhan Industri Cat dan Pelapis Indonesia Menguat

Wisnu Arto Subari
03/12/2025 20:12
Pertumbuhan Industri Cat dan Pelapis Indonesia Menguat
(MI/HO)

SELAMA tiga hari penyelenggaraan, Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025 mencatat lebih dari 2.700 pengunjung dan pelaku industri dari pasar dalam negeri maupun internasional. Ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan tercepat bagi industri cat dan pelapis di kawasan Asia-Pasifik. 

Pameran yang ditutup pada 30 Oktober itu menghadirkan peserta pameran dari sembilan negara dengan total 52 perusahaan yang menampilkan teknologi manufaktur mutakhir, bahan baku, aditif, peralatan laboratorium, serta solusi ramah lingkungan. Sepanjang acara, ratusan produk dipresentasikan, mencerminkan cepatnya laju inovasi di sektor pelapis global.

Direktur Traya Events, Etty Anggraeni, menyatakan bahwa PCS 2025 menjadi titik temu penting bagi para pemangku kepentingan industri. "Kami mencatat banyak peluang bisnis dan kemitraan baru melalui program business matching yang mempertemukan pelaku industri pelapis dari berbagai negara. Kami berharap hasil ini dapat memperkuat daya saing industri pelapis Indonesia di pasar global," ujar Etty dalam keterangan resmi, Rabu (3/12).

PCS 2025 menyelenggarakan lebih dari 20 sesi seminar internasional dan enam kursus singkat bersertifikat, menghadirkan pembicara dari Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Lebih dari 500 peserta menghadiri sesi konferensi dan kursus singkat sepanjang pameran.

Executive Director Exhibitions di NürnbergMesse GmbH, Alexander Mattausch, menyoroti PCS 2025 sebagai momentum penting bagi industri pelapis Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain global. 

Perusahaan Jerman, ceronas GmbH & Co. KG, memuji pasar Indonesia yang dinilai memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu industri cat dan pelapis terbesar di dunia. Perusahaan lain Jerman, ystral, mengaku menerima banyak permintaan proyek baru, bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga Malaysia, Filipina, Singapura, dan Australia selama pameran. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya