Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pekerjaan Rumah Manfaatkan EBT hingga 3.700 GW

Wisnu Arto Subari
27/11/2025 16:56
Pekerjaan Rumah Manfaatkan EBT hingga 3.700 GW
Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Kamis (9/10/2025).(Antara/Muhammad Rizky Febriansyah)

INDONESIA masih punya pekerjaan rumah untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang mencapai 3.700 gigawatt (GW). Pemerintah berkomitmen melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang menetapkan penambahan kapasitas pembangkit sebanyak 76% akan berbasis EBT. 

Selain itu, RUPTL menargetkan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit (kms) dan 109.000 MPH gardu induk dengan perkiraan total investasi mencapai Rp3.000 triliun. Ia melihat ini membuka kesempatan untuk setiap pemangku kepentingan energi, terutama swasta, mengambil peran aktif dalam pengembangan industri hijau.

"Potensi ini menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang sangat menarik bagi para investor global yang memiliki teknologi dan kapasitas pendanaan untuk mengembangkan proyek energi hijau berskala besar," papar Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Evy Haryadi, dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11).

Hal itu tampak pada Electricity Connect 2025 yang membidani lahirnya kerja sama antara para pemangku kepentingan di sektor energi hijau. Konferensi dan pameran ketenagalistrikan yang diprakarsai Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta International Convention Center (JCC) pada 19-21 November 2025 tersebut berhasil menjadi platform kolaborasi lintas industri. 

Beberapa kerja sama yang terjalin dalam Electricity Connect 2025 akan krusial untuk penguatan ekosistem industri hijau di tanah air. Sebut saja pengembangan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) antara PT PLN dengan PT Friendcom Tech Indonesia, kolaborasi ⁠riset pemanfaatan teknologi CO2 Energy Storage System antara PT PLN Nusantara Power dengan Breesen Tech Indonesia, dan studi potensi kerja sama peningkatan operasional dalam pengembangan aset dan proyek-proyek pembangkit ketenagalistrikan antara PT PLN Nusantara Power dengan PT Geo Dipa Energi. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya