Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) berupaya mengejar target swasembada melalui berbagai program strategis nasional. Salah satunya, merealisasikan target cetak sawah agar mampu terpenuhi secara cepat dan tepat hingga mencapai 100 persen.
Berdasarkan hasil survei investigasi, progres desain cetak sawah (SID) telah mencapai hampir 90 persen dari total target keseluruhan sebesar 225.000 hektare yang tersebar di 24 Provinsi. Sementara untuk kontrak konstruksi cetak sawah, capaian hingga pertengahan November 2025 telah mencapai hampir 80 persen dari target yang dialokasikan di 17 Provinsi.
“Kinerja tersebut menunjukkan adanya progres percepatan di lapangan seiring penguatan koordinasi pemerintah pusat, daerah, serta unsur pelaksana teknis di wilayah. Perlu diketahui, kami di jajaran Ditjen LIP terus memantau perkembangan cetak sawah di seluruh Indonesia,” ujar Plt Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP), Hermanto dalam keterangan yang diterima (19/11).
Hermanto menegaskan progres pembangunan cetak sawah bukan sekedar angka dan teori, namun lebih dari itu terdapat realisasi positif yang bisa dirasakan masyarakat khususnya para petani Indonesia.
“Pengerjaan cetak sawah terus mengalami perkembangan signifikan. Kami optimis, cetak sawah adalah solusi pasti bagi masa depan bangsa dalam memenuhi kebutuhan beras secara berkelanjutan,” katanya.
Ia mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta mendorong kesejahteraan petani melalui perluasan lahan produktif.
Data BPS menunjukkan konsistensi ketersediaan beras menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2019 misalnya, produksi beras Januari-Desember mencapai 31,3 juta ton. Angka yang sama tercatat pada tahun 2020, yaitu 31,3 juta ton. Tahun 2021 produksi tetap berada di level 31,3 juta ton, disusul tahun 2022 sebesar 31,5 juta ton, dan tahun 2023 sebesar 31,1 juta ton. Sementara produksi tahun 2024 tercatat 30,6 juta ton.
Pada tahun 2025, produksi beras Januari-Oktober sudah mencapai 31,04 juta ton. Dengan tren kinerja lapangan yang terus meningkat, proyeksi produksi hingga akhir tahun diperkirakan mencapai 34,7 juta ton.
Menurut Hermanto, perbaikan di sektor pertanian dimulai pada saat Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mereformasi tata kelola pupuk sehingga jumlahnya kembali baik menjadi 9,5 juta dari sebelumnya yang hanya 4,5 juta. Selain itu, Mentan Amran juga terus mendorong penyediaan benih unggul, distribusi alsintan hingga mereformasi pegawai agar lebih berintegritas.
“Kami di bawah Bapak Menteri dan juga Bapak Wakil Menteri terus bekerja keras mempersiapkan ketersediaan beras melalui program strategis jangka menengah dan juga jangka panjang,” jelasnya. (M-3)
Program cetak sawah rakyat Kementerian Pertanian memiliki dampak positif terhadap roda ekonomi dan juga kesejahteraan petani berdampak positif pada kesejahteraan petani
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kalimantan Tengah berjalan lancar.
MENTERI Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan program cetak sawah untuk mencapai swasembada pangan berjalan dengan baik.
Program cetak satu juta hektare sawah di Papua Selatan sebagai proyek nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu telah membuka lembaran baru.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Untuk delik kerugian keuangan negara, dia mengatakan KPK tidak memiliki cukup bukti karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai auditor negara menyatakan tidak dapat menghitungnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved