Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tingkatkan Infrastruktur Koperasi Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional

Indrastuti
14/11/2025 21:57
Tingkatkan Infrastruktur Koperasi Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional
Ilustrasi(Dok ist)

PEMERINTAH terus mempercepat pembangunan ekonomi desa dengan menekankan pengembangan koperasi sebagai pilar utama. Dalam upaya tersebut, Inpres No 17/2025 menjadi tonggak kebijakan yang mendorong pembangunan infrastruktur penting bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperluas jaringan ekonomi koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan yang kurang mendapat perhatian.

"Pembangunan gudang dan gerai koperasi akan jadi infrastruktur penting untuk meningkatkan perekonomian berbasis gotong royong dan mempermudah akses masyarakat pada kebutuhan pokok,” ujar Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Henra Saragih saat membuka Workshop Percepatan Operasional KDKMP di Pematang Siantar, Sumatra Utara, Jumat (14/11).

Turut hadir yakni, Kadiskop Kota Pematang Siantar Herbet Aruan, Kadiskop Provinsi Sumatra Utara Naslindo Sirai, Sekda Junaedi Antonius Sitanggang yang mewakili Walikota Pematang Siantar, serta perwakilan KDKMP dari seluruh wilayah Pematang Siantar.

Koperasi Kana pun turut diundang untuk mempresentasikan program Koperasi Manis sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi pangan melalui koperasi di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, Koperasi Kana mempresentasikan program Koperasi Manis, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat distribusi pangan, khususnya gula putih, dengan memanfaatkan infrastruktur yang dibangun pemerintah melalui program KDKMP.

Ello Harfandy, perwakilan Koperasi Kana, menjelaskan program ini menyediakan dana operasional sebesar Rp2 juta per bulan untuk setiap KDKMP yang bergabung dengan sistem konsinyasi tanpa uang muka dan potensi transaksi hingga Rp200 juta per bulan per koperasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat rotasi pasokan bahan pokok dan menjaga arus kas yang lebih efisien.

"Melalui program Koperasi Manis, kami tak hanya memperkuat distribusi pangan tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian lokal. Gudang dan gerai koperasi yang dibangun pemerintah akan jadi pusat logistik utama untuk mengoptimalkan pengelolaan distribusi bahan pangan oleh koperasi," jelas Ello.

Ketua Koperasi Kana Jonathan Danang Wardhana menilai program Koperasi Manis merupakan strategi yang tepat untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mempermudah pengelolaan arus kas bagi koperasi desa.

“Kami percaya program ini akan mempercepat rotasi pasokan bahan pokok dan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Jonathan.

Menanggapi itu, Henra Saragih memberikan dukungan penuh pada program tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara infrastruktur yang dibangun pemerintah dan aktivitas ekonomi produktif yang dijalankan oleh koperasi rakyat.

“Gudang yang dibangun harus digunakan untuk distribusi bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat perekonomian lokal,” tegas Henra.

Dalam rangka memperkuat ekonomi di tingkat kelurahan, Henra juga menandai dimulainya pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun, dengan peletakan batu pertama. Langkah ini menjadi simbolisasi penting bagi upaya pemerintah dalam membangun perekonomian berbasis koperasi di tingkat kelurahan yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya