Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam rangka meningkatkan kinerja industri halal nasional, terlebih mengingat potensi pasar produk-produk halal global dan nasional semakin tumbuh besar.
Pasalnya, pada 2023, Kemenperin mencatat bahwa konsumsi umat muslim di konsumsi di 6 sektor ekonomi syariah menembus US$2,43 triliun. “Angka ini kami proyeksikan akan meningkat ke angka US$3,36 triliun pada 2028,” kata Agus di acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Perindustrian dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang digelar di Jakarta, Selasa (11/11).
Agus menjabarkan, sektor-sektor industri halal yang akan mengalami peningkatan antara lain adalah makanan halal yang akan meningkat dari US$1,43 triliun menjadi US$1,93 triliun. Kemudian konsumsi modest fashion juga diprediksi akan meningkat dari US$327 miliar menjadi US$433 miliar, konsumsi media dan ekonomi kreatif juga akan meningkat dari US$260 miliar menjadi US$337 miliar.
Berikutnya, konsumsi pariwisata ramah muslim akan meningkat dari US$217 miliar menjadi US$384 miliar, konsumsi farmasi halal juga akan meningkat dari US$107 miliar menjadi US$149 miliar, dan konsumsi kosmetik halal dari US$87 miliar menjadi US$118 miliar.
Selain itu, Agus menyampaikan bahwa potensi pasar domestik juga tak kalah signifikan, hal itu tercermin dari konsumsi rumah tangga Indonesia yang mencapai Rp3.226 triliun pada semester pertama tahun ini dan ini didukung oleh jumlah penduduk muslim yang hampir 246 juta jiwa.
Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa dari sebanyak 66 juta pengusaha di Indonesia yang 20% nya merupakan pengusaha kuliner, baru ada sekitar 3 juta pengusaha yang mendaftarkan kulinernya sebagai produk halal.
“Tapi bukan berarti mereka tidak halal, mereka cuma belum tertib halal. Bayangkan kalau mereka sudah tertib halal, kita nomor satu (industri makanan halal dunia). Jadi himbauannya adalah yuk tertib halal bagi yang belum (mendaftarkan) halal,” imbuhnya.
BPJPH, sambung Haikal, akan mewujudkan agar Indonesia menjadi pusat halal dunia dan Jakarta sebagai capital of halal atau ibu kota halal dunia.
“Hari ini kita berhasil menembus angka 10 juta produk halal yang kita hasilkan dari 7,5 juta target (produk halal),” tandasnya. (E-2)
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved