Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenperin dan BPJPH Sepakat Tingkatkan Kinerja Industri Halal Nasional

Naufal Zuhdi
11/11/2025 16:31
Kemenperin dan BPJPH Sepakat Tingkatkan Kinerja Industri Halal Nasional
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan sepakat meningkatkan kinerja industri halal nasional.(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam rangka meningkatkan kinerja industri halal nasional, terlebih mengingat potensi pasar produk-produk halal global dan nasional semakin tumbuh besar. 

Pasalnya, pada 2023, Kemenperin mencatat bahwa konsumsi umat muslim di konsumsi di 6 sektor ekonomi syariah menembus US$2,43 triliun. “Angka ini kami proyeksikan akan meningkat ke angka US$3,36 triliun pada 2028,” kata Agus di acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Perindustrian dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal yang digelar di Jakarta, Selasa (11/11).

Agus menjabarkan, sektor-sektor industri halal yang akan mengalami peningkatan antara lain adalah makanan halal yang akan meningkat dari US$1,43 triliun menjadi US$1,93 triliun. Kemudian konsumsi modest fashion juga diprediksi akan meningkat dari US$327 miliar menjadi US$433 miliar, konsumsi media dan ekonomi kreatif juga akan meningkat dari US$260 miliar menjadi US$337 miliar.

Berikutnya, konsumsi pariwisata ramah muslim akan meningkat dari US$217 miliar menjadi US$384 miliar, konsumsi farmasi halal juga akan meningkat dari US$107 miliar menjadi US$149 miliar, dan konsumsi kosmetik halal dari US$87 miliar menjadi US$118 miliar.

Selain itu, Agus menyampaikan bahwa potensi pasar domestik juga tak kalah signifikan, hal itu tercermin dari konsumsi rumah tangga Indonesia yang mencapai Rp3.226 triliun pada semester pertama tahun ini dan ini didukung oleh jumlah penduduk muslim yang hampir 246 juta jiwa.

Sementara itu, Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa dari sebanyak 66 juta pengusaha di Indonesia yang 20% nya merupakan pengusaha kuliner, baru ada sekitar 3 juta pengusaha yang mendaftarkan kulinernya sebagai produk halal.

“Tapi bukan berarti mereka tidak halal, mereka cuma belum tertib halal. Bayangkan kalau mereka sudah tertib halal, kita nomor satu (industri makanan halal dunia). Jadi himbauannya adalah yuk tertib halal bagi yang belum (mendaftarkan) halal,” imbuhnya.

BPJPH, sambung Haikal, akan mewujudkan agar Indonesia menjadi pusat halal dunia dan Jakarta sebagai capital of halal atau ibu kota halal dunia. 

“Hari ini kita berhasil menembus angka 10 juta produk halal yang kita hasilkan dari 7,5 juta target (produk halal),” tandasnya. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik