Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GELARAN Banaran Expo 2025 di Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Sabtu (1/11), menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku usaha kecil menengah binaan PTPN I. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menilai hampir seluruh produk yang dipamerkan memiliki kualitas yang layak bersaing di pasar nasional, bahkan ekspor.
“Mutu produk, kemasan, rasa, hingga perpaduan warna sudah sangat baik. Tinggal gas di pasar yang lebih luas,” ujar Teddy dalam keterangan yang disiarkan, Minggu (2/11).
Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Regional Planning Committee (RPC) PTPN I dan turut meramaikan ajang Banaran Trail Run 2025 yang diikuti ribuan peserta dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 46 stan memamerkan aneka produk UMKM binaan dari tiga wilayah operasional PTPN I, yaitu Regional 2, 3, dan 5, yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Produk yang ditampilkan mencakup sandang, kuliner, minuman, hingga kerajinan berbahan lokal.
Teddy menilai potensi UMKM binaan PTPN I kian matang. Ia menyoroti inovasi pada produk tekstil seperti batik dan jaket, serta kemasan dan cita rasa kopi dan makanan ringan.
“Ini menunjukkan produk UMKM kita mampu bersaing. Kami akan terus memfasilitasi agar mereka bisa dikenal lebih luas dan menembus pasar ekspor,” ujarnya. Menurutnya, pameran semacam ini tak hanya ajang promosi, melainkan bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menyebut Banaran Expo sebagai bentuk sinergi perusahaan dengan masyarakat sekitar. “Kami dedikasikan kegiatan ini untuk UMKM mitra binaan agar bisa mempromosikan sekaligus menjual produk mereka,” katanya.
Ia menambahkan, momentum RPC dan Banaran Trail Run yang menarik banyak pengunjung menjadi peluang strategis bagi UMKM memperluas jangkauan pasar.
Selain pameran, acara ini juga diisi Coffee Academy yang diikuti 28 peserta dari Semarang dan Surabaya. Program ini memberikan pelatihan mengenai budidaya, pengolahan, dan penyajian kopi berkualitas. Di sela kegiatan, juga digelar kompetisi kopi untuk menampilkan ragam cita rasa hasil perkebunan PTPN I. Edukasi dan kontes ini diharapkan memperkuat posisi kopi lokal di pasar domestik dan global.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menambahkan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi kunci pemberdayaan ekonomi. “Keikutsertaan tiga regional dalam satu acara memperkuat sinergi dan komitmen bersama,” ujarnya.
Menurut Aris, kegiatan ini tidak hanya mempertemukan pelaku UMKM, tetapi juga membangun jejaring bisnis yang berkelanjutan. Melalui Banaran Expo 2025, PTPN I berupaya menjadikan sinergi ekonomi lokal sebagai fondasi penguatan ekonomi kerakyatan. (Cah/P-3)
Melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sidomulyo Jember mampu memperluas skala bisnis hingga menembus pasar ekspor komoditas kopi
Produk kerajinan tangan berbahan pelepah pisang dari Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, resmi menembus pasar internasional dengan tujuan Amerika Serikat (AS).
Kemendag telah memfasilitasi sekitar 700 UMKM di program UMKM Bisa Ekspor dengan total transaksi US$90,04 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Pertemuan Prabowo dan Silva usai KTT BRICS juga menjadi sinyal rencana Indonesia membuka pasar baru di negara-negara Amerika Latin, dengan menjadikan Brasil sebagai pintu gerbangnya.
Ekspansi pasar tersebut dibutuhkan lantaran adanya potensi tekanan besar di sektor logistik nasional akibat volatilitas ekspor-impor.
Hingga November 2025, PTPN I berhasil membukukan laba operasional (operating profit) sebesar Rp1,95 triliun, sebuah angka yang melampaui target RKAP sebesar Rp800 miliar.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Sebanyak 10.269 bibit kelapa genjah mulai ditanam di lahan PTPN I Regional 5 Afdeling Sidomulyo Kampe, Kebun Pasewaran, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kementerian ATR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat memperkuat fungsi kehutanan pada lahan-lahan milik PTPN I.
Suyanti adalah satu dari ribuan mitra binaan PTPN I yang berpartisipasi dalam event olah raga lintas alam Banaran Trail Run 2025 di Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved