Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

PTPN I Sediakan Lahan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Heryadi
08/2/2026 23:09
PTPN I Sediakan Lahan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi
Groundbreaking kluster program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Lampung.(Dok.PTPN I)

BADAN Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan groundbreaking enam kluster program hilirisasi secara serentak di beberapa lokasi dengen video conference dari Jakarta, Jumat (6/2). Salah satunya, hilirisasi industri peternakan ayam terintegrasi sebagai implementasi program Setiap Pulau Mandiri Protein' yang dicanangkan Presiden Prabowo. Proyek melalui Kementerian Pertanian senilai Rp20 triliun ini menggandeng PTPN I sebagai penyedia lahan.

Peletakan batu pertama pembangunan kluster ini dipusatkan di Kebun Trikora Lampung Selatan yang merupakan aset PTPN I Regional 7. Selain di Lampung, groundbreaking industri ayam terintegrasi ini juga dilakukan di lahan PTPN I di enam lokasi Malang, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan yang sedang persiapan groundbreaking ada di beberapa lokasi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas hadir pada acara groundbreaking di Kebun Trikora yang berjarak sekitar 15 kilo meter dari Bandar Lampung itu. Dari Kementerian Pertanian hadir Direktur Pakan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Tri Melasari. Sedangkan para pejabat daerah, hadir Sekprov. Marindo Kurniawan, Bupati Lampung Selatan Egi Radityo Pratama, Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun, dari Kodam XXI Radin Inten, dari Polda Lampung, dan pejabat utama lainnya.

INVESTASI 20 TRILIUN
Kepada media, Tri Melasari mengatakan, Kementerian Pertanian sebagai pemegang mandat presiden menggandeng Danantara Indonesia sebagai penyandang dana dan ID Food (PT Rajawali Nusantara Indonesia, Holding BUMN Pangan) sebagai pelaksana. Secara keseluruhan, Tri Melasari menyebut investasi untuk program ini sebanyak Rp20 triliun.

“Proyek hilirisasi industri ayam terintegrasi ini dialokasikan dana Rp20 triliun di seluruh Indonesia. Industri ayam ini terintergasi dari pabrik pakan, hatchery (pembibitan DOC), pemeliharaan, pengolahan daging dan telur, hingga cold storage,” kata dia.

Tri Melasari menambahkan, program hilirisasi industri ayam ini merupakan terjemahan dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Lebih spesifik, industri ayam dan telur ini dalam rangka mendukung dan memastikan ketersediaan bahan baku protein hewani untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam operasionalnya, kata Tri Melasari, program ini bukan saja mencukupi kemandirian protein di setiap pulau, tetapi juga membangun ekosistem kemandirian kawasan. Selain akan menggairahkan petani jagung dan beberapa komoditas bahan baku pakan ternak, proyek ini akan menyerap tanaga kerja cukup banyak.

“Proyek ini tidak berdiri sendiri, melainkan akan ditopang oleh para petani jagung di sentra-sentra produksi seperti Lampung ini sebagai bahan baku pakan. Dengan demikian, petani ikut bergairah. Juga akan menyerap paling tidak 1,5 juta pekerja di sekitarnya. Multiflier effect dari proyek ini sangat besar bagi perekonomian kawasan,” kata dia.

TIGA LOKASI
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyambut antusias program hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini. Dengan semua infrastruktur yang dimiliki, kata dia, pihaknya menggelar potensi untuk dipilih dan diseleksi oleh Tim Kementerian Pertanian Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Alhamdulillah, dari survei yang dilakukan Tim dari Kementan, semua yang dilihat memenuhi syarat. Kami menyambut baik program ini dan mendukung penuh setiap kebijakan bapak Presiden melalui Kementerian terkait.

Teddy menyebut ada tiga lokasi industri yang akan dibangun. Ketiganya menempati lahan milik PTPN I Regional 7. Yakni, Kebun Trikora, Kebun Kedaton, dan Kebun Bergen yang semuanya berada di Kabupaten Lampung Selatan.

Nilai investasi untuk di Lampung sebesar Rp680 miliar. Investasi tersebut diperuntukkan membangun rumah potong hewan unggas (RPHU), cold storage (ruang pembeku), pabrik pakan ternak, unit pengolahan telur dan daging ayam, dan pembibitan ayam petelur (hatchery). Dan babak baru ini sudah kita mulai dengan acara groundbreaking yang langsung dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia, Bapak Rosan Ruslani hari ini,” kata dia.

LOKASI TERPILIH
Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun menjelaskan, lokasi yang terpilih untuk Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Lampung semuanya merupakan HGU PTPN I Regional 7. Secara geografis, tiga lokasi terpilih, yakni Kebun Trikora, Kebun Kedaton, dan Kebun Bergen berada dalam radius di bawah 15 kilo meter dari Pusat Kota Bandar Lampung dengan infrastruktur jalan yang sangat baik.

“Tiga lokasi kami yang terpilih sangat strategis. Jaraknya kurang dari 15 kilo dari Pusat Kota, jaringan jalan bagus bahkan dekat dengan pintu tol Trans Sumatera, infrastruktur seperti listrik dan lainnya tersedia, konturnya datar, dan dalam lingkungan yang sangat kondusif. Kami sangat mendukung program ini,” kata Tuhu Bangun.

Sementara itu, Sekda Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan selamat datang untuk investasi sangat besar yang dilakukan Pemerintah di Provinsi Lampung. Sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional dengan komoditas jagung sebagai salah satu produk utama, Proyek Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini merupakan kabar sangat baik bagi seluruh elemen.

“Selamat atas grounbreaking Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini. Terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Danantara Indonesia, PTPN Group, dan seluruh elemen sehingga proyek ini hadir di Lampung. Proyek ini sangat tepat untuk Lampung sebagai lumbung pangan dan jagung yang letaknya sangat dekat dengan Jakarta. Kami adalah buffer pangan untuk Pulau Jawa,” kata Marindo. (Ant/E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya