Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tirta Haring Borneo asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berhasil menembus pasar ekspor dengan sukses. UMKM yang bergerak di bidang pembudidayaan dan penjualan ikan hias ini berhasil mengekspor ikan Botia (Chromobotia macracanthus bleeker) ke Singapura, dengan total nilai ekspor mencapai S$2.520, atau sekitar Rp30 juta.
Ikan Botia, yang dikenal dengan sebutan ikan badut karena warna tubuhnya yang mencolok, berasal dari perairan Kalimantan dan sangat diminati di pasar internasional, khususnya kawasan Asia Tenggara.
Robertus Verico Tingkes, pemilik Tirta Haring Borneo, mengungkapkan bahwa proses awal ekspor sempat membuatnya pesimis.
“Awalnya saya merasa ragu, karena Palangkaraya tidak memiliki pelabuhan atau bandara internasional. Rasanya ekspor itu sulit dan pasti mahal,” ujar Robertus.
Namun, persepsi tersebut berubah setelah ia mendapat pendampingan dari Bea Cukai Palangkaraya melalui program Klinik Ekspor, yang memberikan edukasi dan bantuan teknis kepada pelaku UMKM di wilayah tersebut.
“Program Klinik Ekspor dari Bea Cukai Palangkaraya sangat membantu kami untuk menembus pasar luar negeri,” tambahnya.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Palangkaraya, Nelly Friska Handayani, menjelaskan bahwa melalui Klinik Ekspor, pihaknya berkomitmen mendorong potensi ekspor daerah, termasuk sektor UMKM.
“Kami menyadari potensi besar yang dimiliki UMKM daerah, yang sering kali terkendala oleh kurangnya informasi dan akses ekspor. Klinik Ekspor hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dan memperkenalkan layanan ekspor langsung kepada pelaku usaha,” ujar Nelly. (Z-10)
Melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sidomulyo Jember mampu memperluas skala bisnis hingga menembus pasar ekspor komoditas kopi
Potensi UMKM binaan PTPN I kian matang. Ia menyoroti inovasi pada produk tekstil seperti batik dan jaket, serta kemasan dan cita rasa kopi dan makanan ringan.
Produk kerajinan tangan berbahan pelepah pisang dari Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, resmi menembus pasar internasional dengan tujuan Amerika Serikat (AS).
Kemendag telah memfasilitasi sekitar 700 UMKM di program UMKM Bisa Ekspor dengan total transaksi US$90,04 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.
Pertemuan Prabowo dan Silva usai KTT BRICS juga menjadi sinyal rencana Indonesia membuka pasar baru di negara-negara Amerika Latin, dengan menjadikan Brasil sebagai pintu gerbangnya.
Ekspansi pasar tersebut dibutuhkan lantaran adanya potensi tekanan besar di sektor logistik nasional akibat volatilitas ekspor-impor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved