Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan di tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp41,23 triliun per 30 September 2025. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan pertumbuhan laba tersebut didorong kinerja fundamental yang kuat di berbagai lini, mulai dari peningkatan aset, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), hingga ekspansi kredit yang sehat.
"Perbaikan fundamental kinerja BRI berdampak positif terhadap pencapaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir triwulan ketiga 2025,” ujar Hery dalam konferensi pers Kinerja BRI Triwulan III 2025 yang digelar secara daring, Kamis (30/10).
Total aset BRI tercatat tumbuh 8,2% secara tahunan (year-on-year) menjadi sekitar Rp2.123,4 triliun hingga September 2025. Dari sisi pendanaan, DPK juga mengalami peningkatan yang solid, naik 8,2% yoy menjadi sekitar Rp1.474,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat.
"Komposisi dana murah kini mencapai sekitar 67,6%, dengan pertumbuhan CASA sebesar 14,1%. Keberhasilan ini merupakan hasil strategi retail funding dan transaction banking yang kami terapkan,” tambah Hery.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3% yoy menjadi Rp1.438,1 triliun per September 2025. BRI terus mengoptimalkan berbagai inisiatif untuk memperkuat pendanaan, antara lain melalui optimalisasi kanal digital, penguatan produk dan fungsi pemasaran, sinergi dengan anak perusahaan, serta peningkatan akuisisi nasabah payroll yang berkualitas.
Sementara itu, Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah menegaskan kondisi likuiditas perseroan tetap kuat dan sehat. Loan to Deposit Ratio (LDR) perusahaan pelat merah itu berada di level 86,5%.
"Ini memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi BRI untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Liquidity Coverage Ratio (LCR) juga terjaga di level 141,3%,” jelas Viviana.
Transformasi digital menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan BRI. Volume transaksi di berbagai kanal, baik ritel, merchant, maupun korporasi, terus meningkat signifikan.
Aplikasi BRImo sebagai super apps BRI mencatat pertumbuhan pesat dari sisi jumlah pengguna, volume transaksi, serta layanan yang disediakan. Volume transaksi business merchant BRI meningkat 20,8% yoy, sementara transaksi QRIS BRI melonjak hingga 133%.
"Semakin kuatnya ekosistem digital banking BRI tercermin dari komposisi transaksi digital yang kini mencapai 99% dari total transaksi di BRI," pungkasnya. (E-3)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Citibank Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 10% secara tahunan
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp594,82 miliar hingga kuartal III-2025.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga triwulan III tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved